PORTAL BANTEN - Pengangkatan Ade Armando sebagai komisaris di PT PLN Nusantara Power (PLN NP) akhir Juni lalu, kini menyita perhatian publik. Bukan hanya posisi strategisnya di anak usaha PT PLN (Persero) itu, tapi juga besaran penghasilan yang bakal diterimanya. Bayangan tentang angka fantastis itu pun langsung berseliweran di media sosial.

"Benar, mulai aktif Kamis kemarin," ujar Ade Armando saat dikonfirmasi, Jumat (4/7).

Informasi awal mengenai pengangkatannya muncul dari beredarnya dokumen hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN Nusantara Power di media sosial awal Juli. Dari situlah, rasa penasaran publik tentang besaran gaji Ade Armando sebagai komisaris mulai menggema.

Berdasarkan Laporan Tahunan 2024 PLN Nusantara Power, struktur remunerasi komisaris meliputi honorarium bulanan, berbagai tunjangan, fasilitas, serta tantiem. Besarannya? Sangat menarik untuk diulas.

Komisaris utama mendapatkan honorarium sebesar 45 persen dari gaji direktur utama. Sementara itu, anggota dewan komisaris, termasuk Ade Armando, menerima 90 persen dari honorarium komisaris utama. Itu baru honorarium bulanan. Belum termasuk tunjangan lainnya!

Bayangkan, honorarium bulanan komisaris PLN NP mencapai Rp106.920.000. Ditambah tunjangan transportasi Rp21.384.000, tunjangan komunikasi Rp1.000.000, dan THR sebesar satu kali honorarium. Belum lagi tantiem tahunan yang nilainya bervariasi antara Rp393.096.375 hingga Rp673.879.500!

Dengan rincian tersebut, total penghasilan tahunan seorang komisaris PLN NP, termasuk Ade Armando, bisa melampaui angka Rp2 miliar. Besarnya tentu bergantung pada besaran tantiem yang didapat berdasarkan kinerja dan pencapaian perusahaan.

Tentu, angka-angka tersebut menarik perhatian dan memicu beragam reaksi. Bagaimana menurut Anda?

Siapa Ade Armando? Dosen UI yang Jadi Korban Pengeroyokan Saat Demo dan Jadi Komisaris