PORTAL BANTEN - Sejumlah orang tua calon siswa baru mengungkapkan rasa kecewa yang mendalam setelah anak-anak mereka tidak diterima di SMP Negeri 2 Cibinong melalui jalur zonasi pada SPMB 2025. Kekecewaan ini semakin mengemuka setelah adanya informasi mengenai penambahan kuota untuk jalur tersebut, yang ternyata tidak diikuti dengan kejelasan lebih lanjut.
Perasaan frustrasi ini muncul pada Sabtu (12/7), saat hasil akhir penerimaan siswa diumumkan. Banyak orang tua yang telah mengikuti proses SPMB sejak awal Juli 2025 berharap anak mereka bisa bersekolah di institusi yang sangat diminati ini, mengingat jarak rumah yang dekat dan terbatasnya pilihan sekolah negeri lainnya.
“Sejak awal kami dengar akan ada kuota tambahan jalur zonasi, tapi tidak ada kejelasan lanjutan. Anak kami tidak diterima, dan tidak ada informasi resmi yang bisa kami pegang,” ungkap seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya.
Ketidakjelasan mengenai jumlah kuota tambahan dan mekanisme seleksi membuat para orang tua merasa proses ini sangat tertutup. Beberapa dari mereka bahkan telah berulang kali mendatangi sekolah untuk menanyakan perkembangan, namun tidak mendapatkan jawaban yang memadai.
SMP Negeri 2 Cibinong dikenal sebagai salah satu sekolah menengah pertama negeri yang paling diminati di Kabupaten Bogor, khususnya di Kecamatan Cibinong, karena minimnya keterbatasan sekolah negeri, juga berkat reputasi akademiknya yang baik dan lokasi yang strategis.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Sekolah SMPN 2 Cibinong, Jurisman, S.Pd., M.M., belum dapat dihubungi untuk memberikan klarifikasi.
Orang tua siswa berharap agar pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor segera memberikan penjelasan terkait kebijakan penerimaan siswa baru, terutama mengenai jalur zonasi yang dinilai masih kurang transparan.*