PORTALBANTEN — Samsung Galaxy S25 memang hadir dengan berbagai fitur berbasis AI terbaru yang cukup mengesankan. Namun di balik keunggulan itu, flagship ini juga menyisakan beberapa catatan yang patut jadi pertimbangan, khususnya buat pengguna yang mengutamakan aspek hardware.

Berikut sejumlah kekurangan Galaxy S25 yang perlu kamu ketahui sebelum memutuskan untuk membelinya:

1. Tanpa Fitur Ultra WideBand (UWB)
Berbeda dengan varian Galaxy S25+ dan Galaxy S25 Ultra, model standar Galaxy S25 justru tidak dibekali teknologi Ultra WideBand (UWB). Padahal, fitur ini cukup penting untuk beberapa aktivitas berbasis konektivitas jarak dekat seperti file sharing super cepat atau fitur pelacakan smart tag yang lebih akurat. Kehilangan fitur ini membuat Galaxy S25 terasa agak tertinggal dibandingkan seri sekelasnya maupun beberapa smartphone flagship kompetitor.

2. Fast Charging Tertinggal di 25W
Kecepatan pengisian daya Galaxy S25 masih bertahan di angka 25W, sama seperti generasi sebelumnya. Dalam kondisi saat ini, angka tersebut tergolong cukup lambat untuk ukuran flagship, apalagi mengingat banyak kompetitor di harga serupa sudah menawarkan kecepatan 45W bahkan hingga 120W.

Samsung mengklaim, keputusan ini demi menjaga kesehatan baterai agar tetap optimal dalam jangka panjang. Meski begitu, bagi pengguna yang mengutamakan kepraktisan, kemampuan mengisi 50 persen dalam 30 menit mungkin terasa kurang memuaskan, apalagi saat kondisi darurat.

3. Charger Masih Absen di Paket Penjualan
Sejak beberapa tahun terakhir, Samsung memang konsisten menghilangkan adaptor charger dari kotak penjualannya — dan Galaxy S25 bukan pengecualian. Artinya, kamu harus membeli adaptor secara terpisah. Meskipun langkah ini diklaim sebagai upaya ramah lingkungan, bagi sebagian pengguna, absennya charger di paket pembelian flagship dengan harga premium masih menjadi keluhan.

4. Minim Peningkatan Hardware
Di luar fitur AI yang menjadi andalan Galaxy S25, dari sisi hardware nyaris tak banyak perubahan berarti dibandingkan Galaxy S24. Baik dari ukuran layar, jenis panel, kapasitas baterai, hingga sektor kamera utama masih menggunakan konfigurasi yang mirip. Ini membuat Galaxy S25 terkesan lebih sebagai pembaruan software ketimbang revolusi hardware yang ditunggu-tunggu.

Samsung Galaxy S25 tetap layak dipertimbangkan bagi pengguna yang ingin merasakan pengalaman AI terbaru dalam sebuah smartphone. Namun, kekurangan di beberapa sektor seperti absennya UWB, kecepatan charging yang stagnan, minim peningkatan hardware, serta charger yang harus dibeli terpisah, bisa jadi bahan pertimbangan serius bagi calon pembeli.

Jika kamu termasuk pengguna yang lebih mementingkan spesifikasi hardware dibanding fitur AI, mungkin Galaxy S25+ atau flagship brand lain di kelas harga serupa bisa jadi opsi yang lebih menarik.*