PORTAL BANTEN - Sering kali, kita menganggap flu biasa dan pneumonia sebagai dua penyakit yang sama, padahal keduanya memiliki perbedaan yang signifikan, terutama dalam hal gejala. Menurut Dr. dr Sukamto Koesnoe SpPD K-AI, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Dalam Indonesia (PAPDI), pneumonia adalah istilah umum untuk peradangan paru-paru yang dapat disebabkan oleh virus atau bakteri.
Salah satu bakteri yang paling umum menyebabkan pneumonia adalah Streptococcus pneumoniae. Di sisi lain, flu biasa biasanya disebabkan oleh virus influenza yang dapat menyebar dengan cepat, bahkan sebelum gejala berat muncul. "Kita ingat COVID, kita ingat flu, influenza. Influenza itu bahkan pada saat kita baru bergejala, belum sampai batuk pilek yang hebat, baru bersin-bersin itu sudah cepat sekali menularkan," jelasnya saat ditemui di Rumah PAPDI.
Dr. Sukamto juga menekankan bahwa pola demam menjadi salah satu indikator penting untuk membedakan antara flu dan pneumonia. Demam yang disebabkan oleh virus biasanya muncul secara mendadak dan tinggi, serta dapat berlangsung sepanjang hari. Sementara itu, demam akibat pneumonia bakteri cenderung muncul pada sore hingga malam hari dan mereda di pagi hari.
"Kalau (demam) virus biasanya mendadak cepat, tinggi. Dan dia bisa sepanjang hari. Jadi kalau demam pada bakteri, streptococcus pneumonia bakteri, itu biasanya malam hari, sore, malam hari panas," lanjutnya.
Lebih lanjut, Dr. Sukamto mengingatkan bahwa pneumonia yang parah dapat menyebar ke organ tubuh lainnya dan menyebabkan komplikasi serius, seperti infeksi pada telinga, otak, hingga ginjal.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala pernapasan yang tidak biasa.*