PORTALBANTEN - Pengguna media sosial X di berbagai negara mengalami gangguan akses pada Senin, 10 Maret 2025. Ribuan laporan masuk dari Amerika Serikat dan Inggris, dengan total lebih dari 30 ribu keluhan sebelum akhirnya layanan kembali normal dalam waktu sekitar 20 menit.  

Gangguan ini membuat pengguna kesulitan mengakses beranda utama, membaca berita, serta menggunakan fitur notifikasi dan pesan langsung. Belum ada penjelasan resmi dari pihak X mengenai penyebab gangguan tersebut, namun kejadian ini kembali menyorot perubahan besar yang terjadi sejak platform ini diakuisisi oleh Elon Musk.  

Sejak mengubah Twitter menjadi X pada Oktober 2022, Musk telah melakukan banyak perubahan, termasuk pengurangan jumlah karyawan, perubahan sistem teknis, serta rebranding besar-besaran. Beberapa pihak menduga gangguan ini bisa jadi merupakan dampak dari restrukturisasi yang menyebabkan berkurangnya tim teknis yang menangani pemeliharaan sistem.  

Selain itu, sejak pergantian kepemilikan, Musk telah menerapkan berbagai inovasi di X, seperti perubahan domain ke x.com, penghapusan istilah followers menjadi viewers, monetisasi akun, serta sistem bookmark dan pelaporan yang diperbarui. Perubahan-perubahan ini bertujuan untuk menjadikan X sebagai platform multifungsi, namun juga memunculkan kekhawatiran mengenai stabilitasnya.  

Hingga saat ini, gangguan teknis seperti ini masih menjadi tantangan bagi X di tengah upaya Musk untuk menjadikannya sebagai aplikasi serba bisa. Gangguan yang berulang bisa saja mengurangi kepercayaan pengguna terhadap platform ini, terutama jika tidak ada penjelasan resmi mengenai penyebab dan langkah perbaikannya.*