PORTALBANTEN — Cinta Laura Kiehl kembali menjadi sorotan dunia, bukan hanya karena kecantikannya, tetapi juga komitmennya memperkenalkan budaya Indonesia di panggung global. Di Festival Film Cannes 2025, artis berdarah Indonesia-Jerman itu melenggang anggun di karpet merah dengan balutan kebaya kontemporer karya desainer Intan Avantie (17/4).

Penampilan Cinta menjadi lebih dari sekadar pernyataan gaya. Ia menjadikan kebaya sebagai simbol diplomasi budaya yang membanggakan. Kebaya merah dengan aksen tembaga yang dipadukan dengan Batik Prada Pekalongan tidak hanya merefleksikan kekayaan tekstil Nusantara, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa budaya Indonesia memiliki tempat dalam perbincangan mode dunia.

“Ketika saya mengenakan kebaya di Cannes, saya tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi membawa warisan budaya yang begitu indah dari tanah air,” ujar Cinta dalam pernyataannya dari Prancis.

Kehadirannya di Cannes sebagai duta L’Oréal Paris Indonesia sekaligus menampilkan sisi lain peran perempuan dalam industri kreatif—yakni sebagai penjaga nilai dan identitas bangsa. Dalam balutan busana tradisional yang dimodernisasi, Cinta menyampaikan bahwa keberhasilan di panggung internasional tetap bisa diraih tanpa meninggalkan akar budaya.

Desainer Intan Avantie menekankan bahwa kebaya yang dirancang untuk Cinta membawa pesan simbolik. Potongan jubah di satu sisi menggambarkan perempuan masa kini yang dinamis dan membawa energi baru, sementara dominasi warna merah menandakan semangat dan cinta terhadap tradisi.

Tak hanya menjadi ajang unjuk karya film, Cannes juga dikenal sebagai panggung diplomasi lunak bagi negara-negara yang hadir. Dalam konteks ini, Cinta Laura menggunakan panggung tersebut untuk mengangkat citra positif Indonesia—bahwa dari tradisi, bisa lahir elegansi modern yang memikat perhatian dunia.

Dengan pesona dan kecerdasannya, Cinta Laura kembali membuktikan bahwa peran seniman tak hanya di layar lebar, tetapi juga dalam menyuarakan identitas budaya bangsa di ranah internasional.*