PORTALBANTEN -- Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, menjamin ketersediaan pangan pokok dalam kondisi yang aman dan terkendali. Komoditas seperti beras, bawang merah, bawang putih, cabe rawit, daging sapi, daging ayam, dan telur ayam dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, menyatakan bahwa berdasarkan proyeksi neraca pangan untuk bulan Desember 2025, status komoditas pangan berada dalam kondisi cukup dan tersedia. Hal ini dipengaruhi oleh stabilnya pasokan dari daerah lokal maupun luar daerah.

"Ketersediaan pangan di Kabupaten Tangerang dipenuhi melalui produksi domestik pertanian, serta pasokan dari luar daerah melalui pasar induk, retail, toko, distributor, dan Bulog. Sumber beras tidak hanya berasal dari produksi lokal, tetapi juga dari luar daerah," ujar Ujang, Selasa (8/12/25).

Ujang menambahkan bahwa Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Bulog Cabang Tangerang untuk memastikan data ketersediaan pangan di pasar tradisional dan modern.

"Untuk komoditas beras, saat ini ketersediaan beras aman berdasarkan carry-over stok dari periode panen sebelumnya, serta kondisi stok beras di gudang Bulog secara nasional yang surplus akibat serapan gabah petani," jelasnya.

Adapun kebutuhan beras mencapai 29,679 ton, sementara ketersediaan mencapai 124,421 ton. Untuk bawang merah, kebutuhan 1,047 ton dan ketersediaan 2,229 ton; bawang putih, kebutuhan 608 ton dan ketersediaan 1,312 ton; cabe besar, kebutuhan 1,216 ton dan ketersediaan 1,399 ton; serta cabe rawit, kebutuhan 944 ton dan ketersediaan 1,147 ton.

"Stok daging sapi di feedlotter atau rumah potong hewan mencukupi, dengan kebutuhan 852 ton dan ketersediaan 6,543 ton. Daging ayam juga cukup, meskipun ada tren kenaikan harga dibandingkan periode sebelumnya, dengan kebutuhan 4,804 ton dan ketersediaan 14,838 ton," tambah Ujang.

Untuk telur ayam, produksi sangat mencukupi dengan kebutuhan 4,758 ton dan ketersediaan 7,489 ton. Ketersediaan gula pasir juga aman, dengan stok 1,001 ton dan ketersediaan 810 ton. Pasokan luar daerah masih stabil berkat carry-over stok dari impor atau hasil produksi sebelumnya.

Ujang melanjutkan, meskipun stok saat ini masih aman, tim dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan akan terus memantau perkembangan ketersediaan pangan di pasar tradisional dan modern, serta berkoordinasi dengan lembaga terkait agar pangan tetap stabil dan terjaga.