PORTALBANTEN – Di tengah suasana ceria di SDIT Al Khairiyah, Kota Bogor, terdapat sosok kecil bernama Arya yang begitu istimewa. Bagi guru, teman, dan keluarganya, Arya bukan sekadar murid biasa. Ia adalah anak istimewa yang memancarkan kasih dan ketulusan di sekelilingnya.

Abah Tataros, seorang tokoh yang dekat dengan Arya, mengungkapkan bahwa keberadaan anak istimewa seperti Arya adalah anugerah yang harus dijaga dan disyukuri. Menurutnya, setiap anak memiliki keunikan dan potensi luar biasa yang layak dihargai.

“Anak istimewa adalah anugerah yang perlu disyukuri dan disayang. Mereka mungkin memiliki kekurangan, tetapi mereka juga memiliki kelebihan dan potensi yang luar biasa. Sebagai orang tua, keluarga, dan masyarakat, kita perlu memberikan kasih sayang dan perhatian yang tulus kepada mereka. Menjaga anak-anak rentan ini adalah bagian dari tugas mulia,” kata Abah Tataros, penuh haru.

Baginya, kasih sayang bukan sekadar bentuk kepedulian, melainkan juga fondasi bagi perkembangan anak istimewa agar mereka merasa diterima dan percaya diri.

“Kasih sayang memiliki kekuatan besar dalam membentuk pribadi anak istimewa. Beberapa manfaatnya antara lain membantu anak merasa diterima dan dihargai apa adanya, membangun kepercayaan diri dan harga diri yang sehat, serta mendorong anak untuk mengembangkan kemampuan dan potensinya secara optimal,” tambah Abah Tataros.

Ia juga menekankan bahwa kasih sayang bukan hanya tentang ucapan, tetapi juga tindakan nyata. Abah Tataros membagikan beberapa cara sederhana namun bermakna dalam mendampingi anak-anak istimewa seperti Arya.

“Dengan kasih sayang dan perhatian tulus, saya yakin Arya akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, bahagia, dan sukses. Saya sebagai orang tua akan terus mengawalnya hingga ia berhasil,” tutur Abah Tataros penuh optimisme.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Alma Wiranata, orang tua Arya, yang merasakan betul bagaimana kehadiran Arya membawa perubahan besar dalam hidupnya.

“Hati jadi lembut, bah... Disayang Allah. Selalu ingin berbuat baik kepada siapa pun. Hidup kita singkat, tapi kebahagiaan selalu ada bagi mereka yang menjaga dan mencintai orang-orang lemah,” ucap Alma lirih kepada Abah Tataros.