PORTALBANTEN - Kehidupan Delvi, seorang mantan tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia, kini berubah drastis setelah menikah dengan seorang konglomerat asal Arab Saudi. Kehidupan mewah yang kini ia jalani terekam jelas dalam sebuah video unggahan YouTuber Fenny Listiana yang berkesempatan mengunjungi langsung rumah barunya.
Dalam video tersebut, Fenny memperkenalkan Delvi sebagai "Madam Kabir", seorang wanita Indonesia yang kini menjadi istri dari pria kaya asal Timur Tengah. Kesan mewah langsung terasa sejak memasuki area rumah. Gerbang rumah yang dilengkapi dengan pintu otomatis hingga halaman yang luas menampilkan kemegahan hunian tersebut.
Sebuah mobil mewah terlihat terparkir rapi di depan rumah, seolah menegaskan status sosial baru Delvi. Bangunan rumahnya bergaya khas Arab dengan desain megah dan struktur kokoh yang mencerminkan kehidupan penuh kemewahan.
Interior rumah tak kalah mencengangkan. Fenny menunjukkan berbagai sudut rumah yang dihiasi dengan perpaduan warna cokelat hangat dan aksen emas elegan. Salah satu ruangan yang menarik perhatian adalah ruang tamu dengan sofa besar berbentuk U, menciptakan suasana nyaman dan lapang bagi para tamu.
Dalam sesi wawancara, Delvi membagikan kisah hidupnya yang penuh lika-liku sebelum akhirnya dipersunting oleh sang suami kaya. Perjalanan hidupnya adalah cerminan dari kerja keras, keberuntungan, dan takdir yang membawa perubahan luar biasa dalam hidupnya.
Di sisi lain, kisah berbeda datang dari Ribut Uripah, seorang TKW asal Batang, Jawa Tengah, yang sempat hilang kontak dengan keluarganya selama 19 tahun. Ribut diketahui tinggal di hutan Malaysia selama bertahun-tahun sebelum akhirnya bisa kembali ke Indonesia.
Kepulangan Ribut disambut haru oleh keluarganya di Jakarta. Kakaknya, Tamat, dan anaknya, Turipah Istianah, menyambut kedatangannya dengan pelukan dan air mata. Tamat mengungkap bahwa selama bertahun-tahun mereka selalu menyebut nama Ribut dalam doa setiap pengajian.
Ribut sendiri merasa sangat bersyukur bisa kembali ke kampung halaman di Desa Candirejo, Kecamatan Bawang. Ia terkejut dengan banyaknya perubahan di desanya yang kini lebih ramai dan memiliki infrastruktur yang jauh lebih baik dibanding dulu.
Karena rumahnya yang sudah tidak layak huni, Ribut akan tinggal bersama kakaknya. Kepulangannya pun menjadi momen penuh kehangatan, tidak hanya bagi keluarganya, tetapi juga warga sekitar yang menyambutnya dengan antusias.