PORTAL BANTEN - Gitaris Muhammad Ridwan Hafiedz alias Ridho resmi bergabung dengan grup band Slank pada tahun 1997. Saat itu, sebagian besar personel Slank diketahui kerap menggunakan n**koba.

Namun, Ridho mengaku senang karena tak pernah dapat ajakan atau bahkan paksaan untuk menggunakan barang haram tersebut oleh personel lainnya. Hal itu diceritakan Ridho Slank saat berbincang bersama Ari Lasso.

"Awal-awal buat gue (d*ugs) biasa. Dan mereka profesional. Pertama, mereka enggak pernah ajak gue buat d*ugs. Kedua, enggak ada barang gue yang hilang. Maksud gue, kita kerja terus," kata Ridho dikutip dari kanal Yo**ube ARI LASSO TV, Rabu (19/5/2021).

Suami Ony Serojawati ini juga bersyukur bisa bergabung dengan Slank saat itu. Pasalnya, Ridho Slank mengaku, jadi bisa banyak menabung. Ia bahkan bisa membeli sebidang tanah di daerah Puncak, Jawa Barat. 

"Terus save (tabungan) buat gue. November tahun 1998 itu gue beli tanah di puncak," ungkap Ridho Slank.

Pada kesempatan yang sama, gitaris Slank ini juga menekankan bahwa tak ada hubungannya pemakaian n**koba dengan sifat dasar seseorang.

"Gue senang mereka enggak pernah ajakin gue. Itu yang gue respect. Makanya saat orang bilang d*ugs bisa bikin kita produktif, itu bukan karena d*ugs-nya tapi karena manusianya," ucap Ridho Slank. 

Ridho membuktikan, Slank tetap dan semakin produktif setelah lepas dari jerat n**koba. 

"Setelah (tahun) 2000 Slank lepas dari D*ugs, buktinya kita masih manggung, dan makin giat berekspresi," ujar Ridho.*