PORTALBANTEN — Kodim 0602/Serang mematangkan persiapan pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun 2026 sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan nasional berbasis desa. Program ini difokuskan pada pembangunan infrastruktur, penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta peningkatan wawasan kebangsaan.
Rencana TMMD ke-127 dibahas dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) yang digelar secara virtual di Markas Kodim 0602/Serang, Kamis (29/1/2026). Rakor tersebut dihadiri Komandan Korem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Suprapto, Komandan Kodim 0602/Serang Kolonel Armed Oke Kristiyanto, serta Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas.
Kolonel Armed Oke Kristiyanto menjelaskan, TMMD ke-127 akan dilaksanakan pada 10 Februari hingga 11 Maret 2026 dengan lokasi kegiatan di Desa Sukamenak, Kecamatan Cikeusal. Program TMMD kali ini menyasar pembangunan fisik sekaligus penguatan sosial kemasyarakatan.
“TMMD bukan sekadar membuka akses wilayah melalui pembangunan jalan dan sarana umum, tetapi juga membangun kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Dari sinilah ketahanan nasional tumbuh,” ujar Oke Kristiyanto.
Sasaran fisik TMMD meliputi pembukaan jalan sepanjang 850 meter di dua titik dengan lebar 3,5 meter, pembangunan tembok penahan tanah (TPT) dan tiga unit gorong-gorong. Selain itu, dilakukan rehabilitasi 10 unit rumah tidak layak huni (RTLH), perbaikan dua mushala, pembangunan 10 jamban sehat, lima unit sumur bor, serta penanaman 250 batang pohon.
Kodim 0602/Serang juga menyiapkan sasaran tambahan berupa pembangunan rumah bagi warga yang terdampak musibah kebakaran.
Di luar pembangunan infrastruktur, TMMD ke-127 akan diisi dengan berbagai kegiatan nonfisik, antara lain pembinaan bela negara, penyuluhan ideologi Pancasila, penguatan UMKM, hingga pembinaan kerohanian. Kegiatan ini melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Menurut Oke Kristiyanto, ketahanan pangan menjadi bagian penting dalam TMMD melalui kegiatan tanam dan panen bersama, serta edukasi pertanian kepada masyarakat desa.
“Kita ingin masyarakat tidak hanya menikmati akses jalan yang lebih baik, tetapi juga memiliki kekuatan ekonomi, wawasan kebangsaan, dan kemandirian pangan,” tegasnya.