PORTAL BANTEN - Aula Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Ar Rahmani di Tangerang Selatan dipenuhi dengan semangat dan tawa santriwati saat mereka mengikuti loka karya public speaking. Kegiatan ini menjadi kesempatan langka bagi mereka untuk belajar keterampilan berbicara di depan umum, yang jarang diajarkan di lingkungan pesantren.

Dengan mengenakan abaya dan jilbab seragam, para santriwati menunjukkan antusiasme yang tinggi saat mendengarkan materi tentang komunikasi, persuasi, dan teknik berbicara di depan kamera. Beberapa dari mereka terlihat mencatat dengan serius, sementara yang lain berani mencoba mempraktikkan teknik public speaking di hadapan dosen dan mahasiswa yang mendampingi. Momen-momen lucu pun tak terhindarkan saat mereka melakukan kesalahan yang mengundang tawa.

"Saat berbicara di depan orang banyak atau di depan kamera, penting untuk mengatur pernapasan dan gerakan tubuh dengan baik. Hirup napas dalam-dalam lalu hembuskan perlahan," kata Mira Natalia Pellu, S.I.Kom., M.I.Kom., dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang, sambil memperagakan gerakan tangan dan ekspresi wajah di depan para santriwati. "Kemahiran public speaking ini sangat penting untuk pembuatan konten dan dakwah di media sosial," imbuhnya (1/11).

Diskusi pun berlanjut ke aturan di pesantren, di mana santriwati hanya diperbolehkan menggunakan smartphone pada hari tertentu dan akhir pekan. Meskipun interaksi mereka dengan dunia digital terbatas, mereka tetap mengikuti perkembangan konten dakwah di media sosial dan mengaku menyukai dakwah yang kreatif. Beberapa dari mereka bahkan berencana untuk mulai membuat konten dakwah islami secara rutin setelah loka karya ini.

Pengalaman berharga ini merupakan hasil kolaborasi antara Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang dan Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Ar Rahmani yang berlangsung pada Sabtu, 1 November 2025. "Setiap tahun, kami mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dua kali, dan kali ini kami fokus pada pelatihan public speaking dan komunikasi efektif untuk santri," jelas Adwin Agung Kurniawan, S.S., M.I.Kom., dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang.

Persiapan loka karya ini melibatkan partisipasi aktif dari santriwati. Mereka secara mandiri menata ruangan, membersihkan karpet, menyiapkan peralatan, dan menyajikan makanan untuk semua peserta. Syafira dan Raymond, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang, juga turut membantu dalam persiapan tersebut.

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa meskipun dalam keterbatasan, semangat untuk belajar dan berbagi tetap ada. Sambutan hangat dari pimpinan pesantren, Asa'ad, S.Th.I, M.Pd, dan partisipasi aktif santriwati menjadi energi positif yang mendorong keberhasilan kegiatan ini. Aula yang luas, dipenuhi dengan Al Qur'an dan kitab-kitab, menjadi saksi bisu dari semangat belajar para santriwati dalam mengasah keterampilan berbicara mereka.*