PORTALBANTEN – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan vokasi. Sebanyak 40 lulusan SMK Tunggal Prakarsa (TP) langsung diterima bekerja di PT Indocement Tunggal Prakarsa, perusahaan semen ternama di Indonesia. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kemitraan strategis antara sekolah vokasi dan industri bukan sekadar wacana, tapi bisa diwujudkan dengan pendekatan yang terencana dan berkesinambungan.

Kepala SMK TP, Didi Suhrowardi, S.Si., M.Pd, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kolaborasi jangka panjang antara sekolah dan Indocement, melalui program praktik kerja industri (prakerin), teaching factory, serta pemagangan langsung di lingkungan kerja nyata.

“Lulusan kami tidak hanya dibekali teori di kelas, tapi juga pengalaman lapangan di dunia kerja sebenarnya, terutama di lingkungan PT Indocement dan perusahaan afiliasinya,” jelas Didi.

Tahun ini, SMK TP meluluskan 86 siswa dari tiga jurusan unggulan, yaitu Teknik Alat Berat (TAB), Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), serta Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL). Dari jumlah tersebut, hampir 50% langsung terserap dunia kerja, terutama Indocement dan perusahaan grupnya seperti PT PBI, PT GIP, PT CCIE, dan PT TRUST.

Program kemitraan antara SMK TP dan Indocement menciptakan ekosistem pendidikan vokasi yang menyatu dengan industri. Selain pembelajaran di sekolah, siswa aktif mengikuti pelatihan langsung di pabrik, memahami alur kerja, etika profesi, hingga budaya keselamatan kerja. Model ini menjadikan lulusan lebih siap mental dan teknis.

“Kami tidak menyiapkan siswa untuk sekadar lulus, tapi untuk mampu bersaing dan langsung produktif ketika masuk dunia kerja,” tambah Didi.

Tidak hanya itu, pihak Indocement melalui Yayasan Indocement Tunggal Prakarsa (YITP) juga terlibat aktif dalam pengembangan kurikulum, dukungan alat praktik, dan perekrutan tenaga kerja. Sinergi ini menjadi pondasi kuat bagi SMK TP untuk terus berkembang dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Apa yang dicapai SMK TP tak hanya membanggakan bagi Kabupaten Bogor, tetapi juga dapat menjadi role model bagi SMK lain di seluruh Indonesia. Pendidikan vokasi yang terhubung langsung dengan dunia industri terbukti efektif mengurangi kesenjangan antara lulusan dan kebutuhan tenaga kerja di lapangan.

“Kami ingin SMK TP menjadi contoh nyata bahwa sinergi sekolah dan industri bisa mengubah masa depan anak-anak bangsa,” ujar Alexander Jamil, Ketua YITP, yang juga turut menghadiri prosesi wisuda angkatan ke-4 SMK TP di Gedung Assalam Citeureup, Kamis (26/6/2025).