PORTALBANTEN -- Rabu, 22 Oktober 2025, menjadi momen bersejarah bagi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Jawa Barat. Dalam suasana penuh semangat, mereka melaksanakan kunjungan kerja dan rapat koordinasi di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bogor.
Kunjungan ini dipimpin oleh Sekretaris FPK Jawa Barat, Drs. Syafruddin, yang didampingi oleh pengurus lainnya, termasuk Berti, Ade Gumilar, dan Suyanto. Kehadiran mereka disambut hangat oleh jajaran pengurus FPK Kabupaten Bogor serta Kepala Bakesbangpol, Ferdinando Selmi Pardede, dan Kabid Idwasbang, Agus Suhendra.
Dalam sambutannya, Ketua FPK Kabupaten Bogor, H. Tb Enung Sutisna, menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan oleh FPK Provinsi Jawa Barat.
"Kami berharap FPK Jawa Barat dapat terus memberikan bimbingan dan arahan kepada kami di Kabupaten Bogor. Kami sadar masih banyak kekurangan dan kelemahan, semoga dengan pembinaan ini FPK Kabupaten Bogor bisa semakin baik," kata Enung.
Ferdinando Selmi Pardede juga memberikan sambutan hangat kepada rombongan FPK Jabar. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat peran FPK sebagai wadah pembauran lintas etnis, budaya, dan agama.
"Kabupaten Bogor merupakan daerah penyangga Ibu Kota dengan keragaman suku, agama, dan budaya yang tinggi. Kondisi ini istimewa, namun juga memiliki potensi kerawanan sosial. Karena itu, FPK memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan dan persatuan masyarakat," ungkapnya.
Drs. Syafruddin juga menyampaikan salam dari Ketua FPK Jawa Barat, Ce Popon, yang tidak dapat hadir. Ia menekankan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi, komunikasi, dan koordinasi antara pengurus provinsi dan kabupaten/kota. "FPK itu tidak mengenal atasan dan bawahan. Kita adalah mitra sejajar dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan memperkuat persaudaraan lintas etnis," tegasnya.
Lebih lanjut, Syafruddin menjelaskan bahwa FPK Jawa Barat sedang melaksanakan berbagai program pembauran dan edukasi kebangsaan, termasuk kunjungan ke sekolah-sekolah SMA dan perguruan tinggi di wilayah Bandung Raya, serta persiapan pelaksanaan Rakor FPK Jawa Barat pada bulan November 2025 mendatang.
"Dengan keragaman dan posisi strategis Kabupaten Bogor, potensi konflik sosial harus terus diantisipasi. Karena itu, FPK Bogor jangan sekali-kali mengecewakan Kepala Bakesbangpol dan Bupati," ungkap Syafruddin, disambut tepuk tangan peserta rakor.