PORTALBANTEN - Model Lisa Mariana kembali menegaskan keyakinannya bahwa putrinya adalah hasil hubungan dengan mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK). Dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat (11/4/2025) bersama kuasa hukumnya, Lisa buka suara soal sisi emosional dari relasi yang kini berubah menjadi sunyi.

“Saya 100 persen yakin. Karena bapak itu sangat protektif,” ujar Lisa, merujuk pada sikap RK di masa awal kehamilannya. Ia juga menambahkan bahwa dirinya tidak pernah menjalin hubungan dengan pria lain selama menjalin relasi dengan RK. “Saya tidak pernah berhubungan dengan laki-laki lain selain Pak RK,” ujarnya lugas.

Pernyataan Lisa datang di tengah sorotan publik yang makin tajam atas dugaan skandal yang menyeret nama Ridwan Kamil. Lisa bahkan menyebut bahwa RK rutin memberikan nafkah sejak kehamilannya hingga beberapa bulan setelah kelahiran sang anak.

Namun, sejak delapan bulan terakhir, komunikasi dan bantuan finansial disebut mendadak terputus. “Delapan bulan terakhir sudah tidak lagi menafkahi. Saya minta seperti mengemis-ngemis,” ungkap Lisa dengan nada getir.

Sebelumnya, kuasa hukum Lisa, Daniel Nabanan, telah mengirimkan somasi kepada Ridwan Kamil. Somasi itu berisi undangan terbuka untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan secara damai dan jelas. Langkah tersebut, menurut Daniel, adalah bentuk iktikad baik kliennya sebelum menempuh jalur hukum yang lebih formal.

Sementara itu, pihak Ridwan Kamil melalui kuasa hukumnya, Muslim Jaya Butarbutar, menyebut tuduhan Lisa sebagai gosip murahan dan tidak berdasar. Bahkan, ia menantang Lisa untuk membuktikan secara hukum bahwa anak tersebut benar-benar milik RK.

Muslim juga membantah tudingan intimidasi terhadap Lisa Mariana, dan menegaskan bahwa bantuan dana yang pernah diberikan oleh RK adalah bentuk kepedulian pribadi, bukan pengakuan hubungan.

Terlepas dari polemik yang berkembang, Lisa tampak lebih menyoroti sisi kemanusiaan. Ia merasa hak anaknya untuk mendapatkan pengakuan dan hak asasi sebagai bagian dari darah daging seseorang, kini seperti dipinggirkan.

“Saya hanya ingin duduk dan menyelesaikan ini baik-baik. Tapi jangan sampai saya seperti minta-minta hanya demi anak saya,” katanya menahan emosi.