PORTALBANTEN — Siapa sangka, larva kecil yang sering dianggap menjijikkan justru menjadi jawaban atas dua masalah besar, sampah dan pengangguran. Inilah yang dipelajari langsung oleh mahasiswa Universitas Pakuan (Unpak) dari Jurusan Ilmu Komunikasi semester II dalam kunjungan edukatif mereka ke KSM Mitra Ruhay, sebuah komunitas lokal yang sukses membudidayakan maggot dari sampah organik.
Kegiatan yang berlangsung di Kampung Sukaraja, Desa Cikeas, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Senin (9/6/2026/6), ini menjadi pengalaman belajar lapangan yang membuka mata. Dipimpin oleh Muhammad Danial, enam mahasiswa berkesempatan mendalami proses budidaya maggot, mulai dari pengolahan sampah hingga dampaknya terhadap lingkungan dan ekonomi masyarakat sekitar.
"Kami ingin mengetahui bagaimana prosesnya secara nyata, karena ini bukan hanya tentang budidaya, tetapi juga soal bagaimana sebuah komunitas bisa bertahan dan berinovasi melalui pendekatan yang ramah lingkungan," ujar Danial.
Mahasiswa tak sekadar datang untuk melihat, tetapi juga aktif berdiskusi. Mereka mengajukan lima pertanyaan penting kepada R. Mursyid, pengelola KSM Mitra Ruhay, yang menjelaskan bagaimana inovasi dan adaptasi menjadi kunci utama dalam mengembangkan budidaya maggot.
Menurut Mursyid, maggot menjadi solusi konkret dalam mengatasi limbah organik rumah tangga. Selain itu, maggot juga bernilai jual tinggi sebagai pakan ternak dan sumber protein alternatif.
“Kami tidak hanya fokus pada produksi, tapi juga pada edukasi dan pemberdayaan warga. Ini bukan sekadar bisnis, tapi gerakan sosial,” jelasnya.
KSM Mitra Ruhay telah membuka lapangan kerja bagi warga sekitar serta membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengelola sampah sejak dari rumah. Tak hanya itu, komunitas ini juga terus melakukan inovasi agar hasil budidaya mereka tetap unggul dan konsisten, meski menghadapi tantangan seperti perubahan iklim.
Dengan pendekatan ramah lingkungan dan berbasis masyarakat, KSM Mitra Ruhay menjadi bukti bahwa solusi sederhana seperti maggot bisa memberi dampak besar, baik bagi lingkungan maupun ekonomi.
Kunjungan mahasiswa ini bukan hanya sekadar tugas akademik, tapi juga menjadi pengalaman inspiratif yang memperkaya cara pandang mereka terhadap isu lingkungan dan peran masyarakat dalam menciptakan perubahan.