PORTALBANTEN - Perhatian terhadap isu kesehatan remaja mendapat sentuhan baru dari dunia akademik. Adalah Sinta Daniawati F, mahasiswi program profesi bidan Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani Cimahi), yang meluncurkan Aplikasi RSRC, sebuah inovasi digital yang menyasar kebutuhan kesehatan fisik dan mental para remaja.
Gagasan ini bukan muncul tanpa proses. Menurut Sinta, aplikasi RSRC pertama kali tercetus saat ia mengikuti Pemilihan Duta Kesehatan Indonesia. Namun, ide tersebut semakin matang saat ia menjalani stase kebidanan komunitas di Desa Cimanggung, di mana ia menyaksikan langsung persoalan kesehatan yang dihadapi para remaja.
“Awalnya ini adalah inovasi saya saat pemilihan duta kesehatan. Tapi saat stase kebidanan komunitas di Unjani dan melihat langsung permasalahan remaja di Cimanggung, saya merasa aplikasi ini harus benar-benar diwujudkan,”
Dukungan Kampus, Kunci Keberhasilan
Sinta yang juga hobi menulis dan bernyanyi ini mengaku bersyukur mendapat dukungan penuh dari kampus. Ia menyebut keberhasilannya dalam merealisasikan RSRC tak lepas dari fasilitas dan dukungan moril serta materil yang diberikan oleh Unjani.
“Alhamdulillah bisa masuk profesi bidan Unjani, sehingga ada wadah dan dukungan yang membantu saya merealisasikan aplikasi RSRC,” tuturnya sembari tersenyum.
Meski ide awalnya sudah dirancang sejak 2024, baru pada 2025 — setelah resmi menjadi mahasiswa profesi — aplikasi ini benar-benar bisa diluncurkan secara konkret.
Fitur RSRC: Skrining, Edukasi, hingga Komunitas
RSRC hadir sebagai solusi digital yang komprehensif bagi remaja. Fitur-fitur yang ditawarkan antara lain Edukasi kesehatan remaja, Skrining kesehatan mental, Pemantauan status gizi, Skrining anemia, Forum komunitas, dan Layanan konseling remaja.
“Dengan adanya fitur komunitas dan konseling, kami berharap remaja bisa lebih mudah berkomunikasi, baik dengan teman sebaya maupun tenaga kesehatan. Sehingga permasalahan bisa segera ditangani,” jelasnya.