PORTALBANTEN – Setelah hampir seminggu dinyatakan hilang, jasad Bahagia Tarigan (30), Kepala Desa Liang Pematang, akhirnya ditemukan dan dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada Senin (3/3). Korban ditemukan sekitar 200 meter dari jembatan Lau Luhung, lokasi di mana ia diduga melompat.  

Meski dugaan sementara mengarah pada aksi bunuh diri, pertanyaan lain mulai muncul terkait penyebab pasti peristiwa ini. Apakah benar korban sengaja mengakhiri hidupnya, atau ada faktor lain yang belum terungkap?  

Evakuasi Jasad Kepala Desa yang Dramatis di Tengah Medan Berat 

Tim SAR Medan bersama berbagai instansi telah melakukan pencarian sejak Kamis (27/2), dua hari setelah korban dinyatakan hilang. Upaya pencarian dilakukan dengan menyisir tepian sungai, menuruni tebing menggunakan tali, serta mengerahkan drone thermal. Namun, baru pada Minggu (2/3) siang jasad korban ditemukan dalam kondisi yang mengkhawatirkan.  

Evakuasi sendiri berlangsung sulit karena tebing di lokasi penemuan memiliki ketinggian sekitar 80 meter. Tim akhirnya berhasil mengangkat jasad korban pada Senin sore dan segera membawanya ke rumah duka.  

Laporan awal menyebut korban sengaja melompat dari jembatan Lau Luhung yang memiliki ketinggian sekitar 200 meter. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi terkait motif yang melatarbelakangi dugaan bunuh diri ini.  

Pihak kepolisian masih mendalami kasus ini, termasuk mencari keterangan dari keluarga dan rekan korban. Apakah korban memiliki masalah pribadi, tekanan pekerjaan, atau ada faktor lain yang membuatnya mengambil keputusan fatal ini?  

Beberapa pihak meminta agar dilakukan penyelidikan lebih lanjut, mengingat kasus kematian kepala desa ini cukup mengundang tanda tanya. Dengan latar belakangnya sebagai seorang pemimpin desa, kematian Bahagia Tarigan menambah daftar panjang kasus tragis yang menimpa aparatur desa di Indonesia.  

Apakah ada tekanan politik? Masalah ekonomi? Atau mungkin faktor lain yang belum terungkap? Kasus ini masih menyisakan misteri yang perlu dijawab.*