PORTALBANTEN -- Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Gedung Assalam, Citeureup, Bogor, pada Rabu (25/06/2025), saat SMP Puspanegara di bawah naungan Yayasan Indocement menggelar acara Perpisahan dan Pelepasan Siswa-Siswi Angkatan ke-27 tahun pelajaran 2024/2025. Sebanyak 124 siswa berhasil lulus 100 persen, menandai keberhasilan sekolah dalam mendidik dan membimbing peserta didik selama tiga tahun terakhir.
Mengusung tema “Melangkah Bersama Mengukir Prestasi,” acara ini menjadi momentum istimewa yang dipenuhi rasa syukur dan keharuan. Sejak pagi, ratusan siswa, guru, dan orang tua memadati lokasi untuk merayakan pencapaian luar biasa ini.
Acara juga dihadiri para tokoh pendidikan dan jajaran pengurus Yayasan Indocement, di antaranya Dra. Dwi Yusmiarsi, M.M. (Pengawas Pendidikan), Drs. Baskoro (Komite Sekolah), Alexander Frans, S.H. (Ketua Yayasan Indocement), H. Nurokhim, S.Ag. (Pengawas Pendidikan Yayasan), Iyus Komarudin, S.Pd. (Kepala SMP Puspanegara),bserta para kepala sekolah dari jenjang SMP, SMA, dan SMK di bawah naungan Yayasan Indocement.
Dalam sambutannya, Alexander Frans, S.H., menyampaikan apresiasi mendalam atas keberhasilan para lulusan.
"Wisuda ini adalah momen yang membanggakan. Kami bersyukur karena seluruh siswa lulus 100 persen. Semoga mereka terus semangat belajar dan dapat memberikan kontribusi nyata bagi keluarga, bangsa, dan negara," ujarnya penuh harap.
Ia juga mengajak para alumni untuk terus menjalin hubungan baik dengan sekolah, sekaligus menyampaikan rencana kegiatan Reuni Alumni SMP Puspanegara yang akan digelar di masa mendatang.
Sementara itu, Kepala SMP Puspanegara, Iyus Komarudin, S.Pd., menyampaikan rasa terima kasih kepada para orang tua atas kepercayaan yang telah diberikan selama tiga tahun terakhir.
"Kami mohon maaf jika selama tiga tahun ini belum sempurna dalam mendidik. Namun, kami bangga atas pencapaian seluruh siswa yang telah menyelesaikan pendidikannya dengan baik," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menghargai setiap proses belajar siswa, bahkan bagi mereka yang belum meraih prestasi akademik.
"Setiap anak punya kelebihan dan jalannya masing-masing. Prestasi bukan hanya soal angka, tapi juga tentang karakter, semangat, dan ketekunan," tambahnya.