PORTALBANTEN -- Mengawali tahun 2026, sebuah perjalanan sejarah membawa langkah menuju salah satu situs paling tua dan sarat makna di wilayah Bogor Raya: Masjid Karadenan Kaum, yang terletak di Karadenan Kaum, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Masjid ini dikenal sebagai masjid tertua se-Bogor Raya, dengan usia yang telah melampaui 470 tahun.
Masjid Karadenan Kaum berdiri sejak pertengahan Abad XVI, menjadi saksi bisu perjalanan spiritual dan budaya masyarakat Sunda. Keberadaannya tak lepas dari sejarah Kerajaan Muara Beres, sebuah kerajaan penyangga yang berada dalam lingkup kekuasaan Kerajaan Sunda Pakuan Pajajaran yang berpusat di Batutulis, Kota Bogor. Dari sinilah denyut peradaban Sunda-Islam mulai berpadu secara harmonis.
Keistimewaan masjid ini tidak hanya terletak pada usia dan arsitekturnya, tetapi juga pada keberadaan Museum Keris di dalam kompleks masjid. Museum ini menyimpan berbagai pusaka leluhur Sunda, termasuk kujang dan keris dari masa Sunda Galuh hingga era Pakuan Pajajaran. Setiap bilah pusaka merekam nilai filosofi, spiritualitas, serta kearifan lokal masyarakat Sunda tempo dulu.
Di area masjid juga terdapat makam keramat Rd. Syafi’i, seorang tokoh penyebar Islam di wilayah Cibinong Raya. Rd. Syafi’i dikenal sebagai keturunan Prabu Siliwangi, yang perannya sangat penting dalam proses Islamisasi tanah Sunda tanpa menghilangkan akar budaya leluhur. Hingga kini, makam tersebut masih diziarahi sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa dan keteladanan beliau.
Masjid Karadenan Kaum bukan sekadar tempat ibadah, melainkan ruang hidup sejarah, tempat bertemunya pusaka, dakwah, dan identitas Sunda. Di sinilah nilai-nilai spiritual, budaya, dan sejarah terus dirawat, menjadi pengingat bahwa peradaban besar selalu lahir dari penghormatan terhadap masa lalu.*