PORTALBANTEN -- Provinsi Banten tengah berduka. Salah satu putra terbaiknya, tokoh pendiri Provinsi Banten H. Tubagus Tryana Sjam’un, telah berpulang. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam sekaligus jejak pengabdian yang tak akan pernah padam dalam sejarah Banten.
Sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar almarhum, Gubernur Banten Andra Soni hadir langsung dalam prosesi pemakaman yang berlangsung di pemakaman keluarga Puri Salakanagara, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Senin, 12 Januari 2026. Kehadiran orang nomor satu di Banten tersebut menjadi simbol penghormatan negara kepada sosok yang telah mendedikasikan hidupnya bagi perjuangan daerah.
Prosesi pemakaman berlangsung dengan khidmat dan penuh haru. Jenazah almarhum diberangkatkan dari rumah duka di Jakarta Selatan menuju tanah kelahiran beliau di Pandeglang. Salat jenazah dan doa dipimpin oleh Abuya Muhtadi Cidahu, diiringi lantunan doa dari keluarga, sahabat, dan para tokoh masyarakat yang turut mengantar kepergian sang pejuang.
H. Tubagus Tryana Sjam’un dikenal luas sebagai figur sentral dalam pembentukan Provinsi Banten. Sebagai Ketua Badan Koordinasi Pembentukan Provinsi Banten, almarhum menjadi penggerak utama yang mampu mengonsolidasikan tokoh-tokoh daerah maupun nasional. Perjuangannya dilandasi satu cita-cita besar: mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banten melalui lahirnya daerah otonom.
Gubernur Andra Soni mengenang almarhum sebagai sosok pemikir yang visioner, penggerak yang konsisten, sekaligus penjaga idealisme Banten. Gagasan, diskusi, dan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan almarhum menjadi sumber inspirasi dalam melanjutkan pembangunan dan menjaga arah masa depan Banten.
Selain kiprahnya dalam perjuangan daerah, almarhum juga memiliki rekam jejak nasional dan internasional yang gemilang di bidang ekonomi dan perbankan. Beliau pernah berkarier di Citibank, menjabat sebagai Direktur Utama bank swasta, menjadi konsultan keuangan LPEM FEB UI, serta aktif di berbagai forum regional dan internasional seperti APEC dan ASEAN Banking Council.
Kepergian H. Tubagus Tryana Sjam’un bukan sekadar kehilangan seorang tokoh, melainkan kehilangan penjaga gagasan dan nilai perjuangan. Dedikasinya tidak hanya tentang pemekaran wilayah, tetapi tentang masa depan Banten yang berdaulat, maju, dan sejahtera.
Warga sedulur Banten, mari kita teruskan amanah dan nilai perjuangan para pendiri Banten. Rawat sejarahnya. Lanjutkan baktinya. Demi Banten yang maju dan bermartabat. ***