PORTALBANTEN — Peringatan Hari Ulang Tahun ke-18 Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang, bukan hanya sekadar pesta musik semata. Di balik gegap gempita panggung hiburan, acara ini merepresentasikan kekuatan solidaritas warga serta menjadi ajang ekspresi identitas budaya dan kebersamaan masyarakat.

Ribuan warga tumpah ruah memadati halaman kantor kecamatan pada Jumat malam, 9 Mei 2025. Bagi banyak warga, malam puncak peringatan HUT ini menjadi ruang silaturahmi, ajang reuni antarwarga, hingga tempat bagi para pelaku seni lokal menampilkan karya mereka di depan publik yang lebih luas.

Deretan penampil seperti Rebecca, Dinda, Sunnah Band, dan Bale Reoth membuka panggung dengan nuansa energik, sementara band reggae nasional Sejedewe menjadi magnet utama yang menyatukan penonton dari berbagai kalangan dan usia. Namun, lebih dari sekadar hiburan, panggung ini sekaligus menjadi tempat bagi talenta lokal untuk unjuk kemampuan.

"Semangat kita malam ini bukan hanya untuk merayakan usia Mekar Baru, tapi juga menyatukan warga dari berbagai lapisan dalam satu suasana kebersamaan," kata Aang Junaedi, Ketua Panitia HUT ke-18.

Camat Mekar Baru, Aan Ansori, menyebut perayaan ini sebagai cerminan kematangan wilayah yang sudah memasuki usia remaja. Ia menekankan pentingnya momen ini untuk memperkuat rasa memiliki terhadap kampung halaman, sekaligus memperkenalkan potensi Mekar Baru kepada khalayak luas.

“Kita ingin agar semangat kolektif ini terus tumbuh. Bukan hanya saat ulang tahun, tetapi juga dalam membangun daerah secara berkelanjutan. Ini wujud gotong royong dalam bentuk paling nyata,” ujarnya.

Selain konser musik, sejumlah kegiatan lain seperti bazar UMKM, pameran kerajinan, dan panggung komunitas turut digelar sepanjang rangkaian HUT. Semua menjadi bagian dari wajah baru Mekar Baru: sebuah kecamatan yang terus berkembang namun tetap kuat memegang akar kebudayaan dan solidaritas warganya.*