PORTALBANTEN - Aktris senior Meriam Bellina mengungkap pengalaman mengejutkan saat ia mengalami serangan jantung di tengah malam. Insiden itu terjadi pada 25 November 2024, dan menjadi titik balik dalam hidupnya, terutama dalam menjalani aktivitas fisik.

Mulanya, Meriam mengira bahwa gejala yang ia alami hanya disebabkan oleh masalah asam lambung seperti biasanya. Ia memang sudah lama mengidap GERD yang cukup parah. Namun, malam itu terasa berbeda. Setelah mengonsumsi obat lambung, bukannya membaik, ia justru mengalami muntah-muntah, keringat dingin, dan sesak di dada.

“Jam 11 malam saya terbangun karena muntah. Awalnya saya pikir ini GERD biasa, tapi kemudian mulai keluar keringat dingin, dada terasa panas dan sesak. Seperti ada yang menekan kuat,” ungkap Meriam dalam acara FYP di Trans7 pada Senin (7/4/2025).

Kondisinya semakin memburuk hingga akhirnya ia dilarikan ke rumah sakit. Pada awalnya, dokter di IGD belum bisa memastikan penyebab keluhannya. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan EKG, barulah terungkap bahwa Meriam mengalami serangan jantung. Dokter pun menyarankan tindakan pemasangan ring jantung.

Akibat dari tindakan medis tersebut, Meriam kini harus membatasi aktivitas fisik. Ia tidak lagi diperbolehkan melakukan kegiatan berat, termasuk hobinya yang paling ia sukai: naik gunung.

"Aku itu orangnya aktif banget, kayak kuda lumping, nggak bisa diam. Aku suka banget naik gunung, tapi sekarang dokter bilang nggak boleh naik tinggi-tinggi. Ya gimana, kan namanya juga naik gunung," keluhnya.

Selain itu, Meriam juga dikenal sangat gemar olahraga dan merawat rumahnya sendiri. Namun kini, semua aktivitas itu harus ditinggalkan demi menjaga kesehatannya. Ia mengaku sempat merasa sangat sedih dan tidak percaya dengan kondisi tersebut.

"Aku hidup sehat, disiplin, tidur cukup, kerja teratur. Tapi tiba-tiba divonis jantung, itu bikin aku nangis karena takut dan terpukul banget," katanya sambil menyeka air mata.

Putranya, Nigel, yang turut hadir, juga mengungkapkan rasa prihatin melihat sang ibu tak bisa lagi melakukan hal-hal yang membuatnya bahagia. “Sedih lihat mama nggak bisa lakuin aktivitas yang dia suka,” ujarnya.