PORTAL BANTEN - Sebuah pemandangan yang memilukan hati tertangkap kamera dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Bendera Merah Putih, sang saka dwiwarna yang seharusnya berkibar dengan gagah dan penuh kehormatan, justru terlihat kusam, lusuh, dan robek di beberapa bagian di depan Kantor Lurah Belalau 1, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Kondisi bendera yang memprihatinkan ini seolah mencerminkan kurangnya perhatian dan kepedulian terhadap simbol negara yang sangat sakral bagi seluruh rakyat Indonesia. Foto bendera yang viral di media sosial tersebut sontak menuai kritik tajam dari warganet dan masyarakat setempat.

Salah seorang warga bernama Zulkarnain mengungkapkan rasa sedih dan kecewanya melihat kondisi bendera yang dibiarkan rusak tanpa perawatan. Ia mempertanyakan kepedulian aparat kelurahan terhadap lambang negara yang seharusnya dijaga dan dihormati.

"Sebagai masyarakat, kita prihatin. Masak harga bendera cuma Rp50 ribu tidak ada anggarannya untuk mengganti? Ini bukan soal uang, tapi soal rasa hormat pada lambang negara," ujar Zulkarnain dengan nada kecewa.

Pernyataan Zulkarnain mencerminkan keresahan mendalam yang dirasakan oleh banyak warga. Bendera Merah Putih bukan sekadar selembar kain dengan dua warna, melainkan simbol perjuangan para pahlawan, kedaulatan bangsa, dan identitas negara. Merawat dan menjaga bendera adalah wujud nyata dari rasa cinta tanah air dan penghormatan terhadap jasa para pendahulu.

Camat Lubuklinggau Utara I, Dedi Dores, membenarkan adanya laporan mengenai kondisi bendera yang memprihatinkan tersebut. Ia mengaku telah menegur Lurah Belalau 1 dan meminta agar bendera segera diganti dengan yang baru.

"Sudah saya tegur langsung dan minta bendera itu untuk segera diganti dengan yang baru," tegas Dedi.

Namun, Dedi juga menjelaskan bahwa pengelolaan bendera di kantor kelurahan merupakan tanggung jawab masing-masing lurah. Sebagai camat, ia tidak memiliki wewenang secara langsung untuk mengawasi dan mengatur setiap detail operasional di 10 kelurahan yang berada di wilayahnya.

"Ada 10 kelurahan di wilayah kami, tentu tidak bisa saya awasi satu per satu. Tapi tetap saya minta para lurah lebih peduli dan menjaga wibawa institusi," imbuhnya.