PORTAL BANTEN - Rasa pilu menyelimuti kepergian Defi Retno Winasih, warga Desa Pingit Lor, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara. Kematian tragisnya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan menimbulkan tanda tanya besar di publik. Jenazah Defi ditemukan dalam kondisi mengenaskan: mulut berbusa, lebam di punggung atas dan paha, goresan di selangkangan, serta tubuh yang tampak tidak wajar membengkak.

"Aku mau ijin pamit ya temen-temen, aku ijin pamit ya, terima kasih banyak buat kalian yang stay di live aku yah. Aku mau ijin pamit ya temen-temen, temen-temen aku mau ijin pamit ya terima kasih banyak," ucap Defi dalam video TikTok live-nya yang kini viral, beberapa saat sebelum kematiannya.

Video berdurasi 29 detik itu menjadi sorotan. Unggahan di akun @justicefordefi disertai keterangan pilu: "Justice For Defi. Vidio live terakhir sebelum pagi harinya ditemukan meninggal, berkali-kali mengatakan "izin pamit" mungkin sudah pertanda yaa paginya pulang untuk selamanya. Semoga segala kadilan segera terungkap agar korban bisa tenang di alam sana..."

Permintaan otopsi dari keluarga Defi justru mendapat penolakan dari suami korban melalui perantara rekan spiritualnya, Solikhun. Ironisnya, bos Defi justru mendesak agar kasus ini diusut tuntas dan siap menanggung biaya otopsi. Meskipun telah dimakamkan selama sekitar 6 bulan, keinginan keluarga untuk mengungkap penyebab kematian Defi tetap teguh.

Kejanggalan demi kejanggalan yang mengelilingi kematian Defi semakin menguatkan desakan untuk mengungkap kebenaran. Pertanyaan besar menggantung: apa sebenarnya yang terjadi pada Defi Retno Winasih? Harapan agar keadilan ditegakkan dan misteri di balik kepergiannya terungkap, semakin kuat terdengar dari keluarga, kerabat, dan masyarakat yang menaruh perhatian pada kasus ini.*