PORTALBANTEN -- Di tengah hiruk-pikuk Kota Bogor, terdapat sebuah makam yang menyimpan misteri mendalam. Terletak di Jl Ahmad Yani, dekat GOR Pajajaran dan Tugu Air Mancur, makam ini dikenal dengan nama Ki Demang. Namun, siapa sebenarnya Ki Demang ini? Identitasnya masih menjadi teka-teki hingga saat ini.
Nama Demang merujuk pada pejabat daerah setingkat wedana atau bupati pada masa penjajahan Belanda. Di Bogor, terdapat beberapa Demang, seperti Demang Bogor, Demang Parung, dan Demang Jasinga. Sejarah mencatat bahwa antara tahun 1800-an hingga 1982, kawasan sekitar Air Mancur merupakan pusat niaga yang vital bagi Kota Bogor.
Pada tahun 1838, Belanda mendirikan Tugu Putih di lokasi ini, yang menjadi simbol penting bagi masyarakat. Kemudian, pada tahun 1922, tugu PDAM dibangun untuk memantau aliran air bersih dari Ciburial dan Ciomas menuju Batavia melalui Cibonong.
Dari informasi yang ada, dugaan saya adalah bahwa Ki Demang merupakan makam seorang pejabat lokal yang setara dengan wedana atau bupati. Banyak bupati dan wedana di Bogor pada masa itu berasal dari keturunan Dalem Wiratanu, yang tinggal di Cikundul.
"Ki Demang adalah simbol dari sejarah panjang dan kekayaan budaya Bogor," kata Ahmad Fahir, seorang peminat sejarah Bogor, pada Rabu (27/8/2025).
Dengan banyaknya peziarah yang datang, makam ini tetap menjadi tempat yang dihormati dan penuh misteri.*