PORTALBANTEN - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tak kuasa menahan air mata saat menyaksikan kondisi kawasan Puncak, Bogor, yang mengalami perubahan fungsi menjadi kawasan wisata. Rasa haru dan kecewa terlihat jelas saat ia berbincang dengan seorang petugas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di lokasi wisata Eiger Adventure Land, Megamendung, Kabupaten Bogor.

"Siapa yang memberikan izin ini? Dari sisi regulasi, apakah memungkinkan untuk dicabut?" tanya Dedi Mulyadi dengan nada penuh emosi.

Dalam kunjungannya, Dedi terkejut melihat adanya pembangunan yang berdekatan dengan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Bahkan, bangunan tersebut direncanakan akan terhubung dengan Eiger Adventure Land melalui jembatan gantung.

Eiger Adventure Land sendiri merupakan salah satu dari empat lokasi wisata di kawasan Puncak yang telah disegel karena terindikasi melanggar aturan alih fungsi lahan.

Penyegelan ini dilakukan oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Bupati Bogor Rudy Susmanto. Keempatnya turun langsung pada hari Kamis untuk menindak pelanggaran yang berdampak serius terhadap lingkungan.

"Kami menerima banyak aduan dari masyarakat, terutama terkait dampak banjir yang semakin parah. Tindakan ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum sesuai undang-undang yang berlaku," ujar Menko Pangan Zulkifli Hasan setelah melakukan penyegelan.

Empat lokasi yang disegel dalam operasi ini adalah Pabrik Teh Ciliwung di Telaga Saat, Hibisc Fantasy, bangunan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2 Agro Wisata Gunung Mas, dan Eiger Adventure Land.

"Hari ini kami segel empat lokasi, besok mungkin akan bertambah lagi," tambah Zulkifli Hasan.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa terdapat indikasi pelanggaran pidana dalam pembangunan tempat wisata yang disegel. Pihaknya akan mendalami kasus ini lebih lanjut melalui proses penyidikan.