PORTALBANTEN – Pendidikan yang inklusif dan berkeadilan kembali ditegaskan oleh Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kabupaten Serang. Dalam penerimaan siswa baru tahun ajaran 2025/2026, sekolah ini kembali menjalankan program afirmasi bagi siswa dari keluarga tidak mampu serta anak yatim atau piatu dengan membebaskan seluruh biaya infak pendidikan.

Kepala MTsN 1 Kabupaten Serang, H. Musadad, menyampaikan bahwa program ini bukan hal baru, melainkan bentuk komitmen jangka panjang sekolah terhadap hak pendidikan bagi semua anak. "Ini sudah menjadi tanggung jawab moral kami. Kami ingin semua anak bisa bersekolah tanpa terbebani oleh faktor ekonomi," ujarnya saat ditemui pada Senin (5/5/2025).

Program ini selaras dengan arahan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Banten, H. Nanang Fatchurohman, yang menekankan pentingnya peningkatan mutu pendidikan, pengelolaan yang berintegritas, serta kolaborasi antara madrasah dan masyarakat untuk mencetak lulusan yang mampu bersaing secara global.

Menurut H. Musadad, kualitas pendidikan yang diusung MTsN 1 tidak hanya menitikberatkan pada akademik, tetapi juga karakter, nilai-nilai keislaman, serta keterampilan sosial. “Kami ingin mendidik siswa secara utuh, agar mereka mampu berpikir kritis dan siap menghadapi tantangan zaman,” jelasnya.

Menanggapi isu simpang siur terkait verifikasi dan biaya infak yang beredar, pihak sekolah dengan tegas membantah bahwa siswa dinyatakan mengundurkan diri hanya karena tidak membayar infak. “Jika sudah lulus, maka statusnya tetap lulus. Hanya saja, pelaporan diri adalah syarat administratif. Bila tidak dilakukan hingga batas waktu, maka dianggap mengundurkan diri. Itu murni soal kedisiplinan, bukan soal uang,” tegas H. Musadad.

Ketua Komite Sekolah, Widodo, menambahkan bahwa seluruh kebijakan mengenai infak telah disepakati dalam rapat bersama wali murid. Namun demikian, siswa dari kategori tidak mampu maupun yatim/piatu tetap dikecualikan dari pembiayaan tersebut. “Saat ini sudah ada lima siswa afirmasi yang kami akomodir, dan jumlahnya mungkin akan bertambah,” ujarnya.

Apresiasi pun datang dari para orang tua. Lela, salah satu wali murid, menyampaikan rasa terima kasihnya. “Alhamdulillah, anak saya yang yatim tidak dipungut biaya infak. Program ini sangat membantu kami. Semoga berkah dan terus berlanjut,” ungkapnya haru.

Langkah MTsN 1 Kabupaten Serang menunjukkan bahwa pendidikan yang adil dan inklusif bukan sekadar wacana, tapi telah diwujudkan nyata melalui kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.*

R
Penulis: R Aditya
×