PORTALBANTEN -- Pagi yang cerah di Kota Bogor pada Minggu, 3 Agustus 2025, menjadi saksi dari rangkaian Festival Merah Putih (FMP) 2025 yang penuh semangat. Kegiatan Napak Tilas dimulai tepat pukul 06.00 WIB dari Makodim 0606, melintasi Jambu Dua, dan berakhir di Museum PETA, Jalan Sudirman. Long March ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, termasuk TNI, Polri, POL PP, Forkpimda Pemkot Bogor, anggota Pramuka, PPI, veteran pejuang, relawan, dan panitia FMP.
Di Museum PETA, anak-anak sekolah menampilkan pertunjukan bertema perjuangan, menambah suasana haru dan kebanggaan akan sejarah bangsa. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menekankan pentingnya mengingat perjuangan Jenderal Sudirman sebagai sumber inspirasi bagi generasi muda Indonesia.
“Kegiatan napak tilas semangat Jenderal Sudirman ini bukan hanya sekadar peringatan sejarah, tetapi juga momentum untuk membangkitkan semangat perjuangan dan nasionalisme,” ungkap Dedie Rachim. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan penghormatan yang mendalam terhadap pengorbanan Jenderal Sudirman.
Dedie melanjutkan, “Jenderal Sudirman wafat di usia 32 tahun. Dalam kondisi sakit, beliau tetap berjuang bergerilya bersama pasukannya demi mempertahankan kemerdekaan. Ini adalah perjuangan luar biasa yang patut dikenang.”
Dalam pelaksanaan napak tilas, panitia membawa tandu replika milik Jenderal Sudirman sebagai simbol dari beratnya perjuangan yang telah dilalui oleh beliau. Dedie juga menekankan pentingnya melestarikan kegiatan seperti ini, yang memiliki hubungan erat dengan sejarah Kota Bogor, termasuk penetapan Bogor sebagai Kota Pembela Tanah Air pada tahun 1982.
“Tadi kita baru jalan 8 kilometer saja kita sudah keteteran, bayangkan Jenderal Sudirman bergerilya keluar masuk hutan dalam kondisi sakit. Ini representasi perjuangan hebat yang perlu diwariskan kepada generasi muda, dan Bogor punya peran penting dalam sejarah itu,” tambahnya.
Ketua Panitia FMP 2025, Benyamin Mbo’oh, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menghidupkan kembali semangat Jenderal Sudirman dan menyampaikan pesan perjuangan kepada seluruh generasi. “Napak tilas ini adalah bagian dari kita untuk terus menghidupkan semangat perjuangan para pahlawan bangsa yang telah memperjuangkan kemerdekaan untuk kita semua,” ucap Benyamin.
Ia juga menambahkan bahwa rute napak tilas sepanjang 8 kilometer tersebut dimulai dari Kodim 0606, menyusuri Jalan Pajajaran dan Jalan Ahmad Yani, dan berakhir di Museum PETA. “Meski rutenya bukan jalur asli perjuangan Jenderal Sudirman, kegiatan ini tetap relevan karena beliau menempuh pendidikan militer di Museum PETA,” jelasnya.
Sementara itu, Fauzi, pemeran Jenderal Sudirman dalam napak tilas, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan pahlawan nasional. “Napak tilas ini bentuk peragaan perjuangan Jenderal Sudirman saat bergerilya. Harapannya, generasi muda saat ini dapat memahami bahwa perjuangan para pahlawan belum punah dan harus terus dilanjutkan,” ungkap Fauzi.