PORTALBANTEN – Suasana khidmat dan penuh suka cita menyelimuti Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Tangerang saat menggelar Ibadah dan Perayaan Natal, Sabtu (20/12/2025). Momentum menyambut kelahiran Yesus Kristus ini menjadi ruang spiritual yang menghadirkan harapan, penguatan iman, sekaligus momen haru pertemuan warga binaan dengan keluarga mereka.

Bertempat di Gereja Yesus Kristus Rutan Kelas I Tangerang, ibadah Natal mengusung tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” yang diambil dari Matius 1:21–24. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa kasih dan penyertaan Tuhan tidak dibatasi oleh ruang dan tembok, termasuk bagi mereka yang tengah menjalani masa pembinaan.

Kepala Rutan Kelas I Tangerang, Irhamuddin, hadir langsung didampingi jajaran pejabat struktural dan staf. Dalam sambutannya, Irhamuddin menegaskan komitmen seluruh jajaran Rutan untuk terus mendukung program pembinaan kerohanian sebagai fondasi perubahan perilaku warga binaan.

“Tempat ini bukanlah penghalang kasih Tuhan. Jarak fisik dengan keluarga tidak berarti jarak antara Tuhan dengan keluarga Saudara. Percayalah, saat Saudara beribadah di sini, Tuhan juga bekerja melindungi dan memberkati keluarga Saudara di luar sana,” ujar Irhamuddin dengan penuh empati.

Ibadah Natal dipimpin oleh Pendeta Daniel Ariesta yang menyampaikan khotbah bernuansa sejuk dan penuh pengharapan. Dalam renungannya, ia menekankan makna kehadiran Yesus sebagai Imanuel, Allah yang menyertai dan memulihkan, khususnya bagi keluarga yang tengah menghadapi luka dan keterpisahan.

“Keluarga adalah institusi pertama yang Tuhan ciptakan. Melalui peristiwa Natal, Tuhan rindu memulihkan hubungan yang sempat retak. Walau hari ini Saudara berada di balik tembok ini, jangan pernah kehilangan harapan. Jika Allah hadir dalam hati Saudara, maka Dia juga hadir di tengah keluarga Saudara untuk menyelamatkan dan memulihkan,” tutur Pdt. Daniel Ariesta.

Perayaan Natal ini semakin bermakna dengan dukungan dari Yayasan Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI). Kehadiran yayasan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian masyarakat terhadap proses pembinaan kepribadian dan pemulihan spiritual warga binaan.

Acara yang dihadiri oleh pejabat struktural, staf, ratusan warga binaan, serta keluarga mereka ini ditutup dengan momen doa bersama. Isak tangis, pelukan hangat, dan ungkapan rindu mewarnai akhir acara, menciptakan suasana haru yang mendalam.

Natal tahun 2025 pun menjadi lebih dari sekadar perayaan. Bagi keluarga besar Rutan Kelas I Tangerang, momen ini menjadi simbol harapan dan titik awal perubahan hidup menuju masa depan yang lebih baik, penuh iman, pengharapan, dan kasih. (Agi)