PORTALBANTEN -- Nathasya Sukiyuu, seorang kreator konten yang berasal dari Surabaya, telah menciptakan fenomena baru dalam dunia media sosial dengan konten transisi yang unik dan menarik. Awalnya, Nathasya hanya iseng membuat video lip-sync, namun seiring waktu, ia menemukan teknik transisi yang terinspirasi dari kreator luar negeri.
"Tahun 2015 itu kebanyakan dari mereka (kreator dari US) sudah mulai bikin dan ngajarin trik-trik basic nya gitu. Nah jadi aku ikut-ikutan sampe ikut-ikutan kompetisinya juga," ungkap Sukiyuu, Jumat (13/6/2025).
Berkat kreativitasnya dalam membuat video transisi, namanya pun melambung dan menarik perhatian perusahaan musik di Indonesia. Ia menjadi salah satu sosok representatif di bidang ini, bersaing dengan ribuan pendaftar lainnya dari Surabaya.
Dua tahun kemudian, Nathasya semakin mengembangkan kontennya seiring dengan beragamnya platform media sosial. Bergabung dengan komunitas kreator, ia menemukan banyak peluang baru yang semakin mengasah kreativitasnya.
"Transisi menarik. Butuh proses kreatif dan pengembangan proses kreatif itu harus konsisten," sebutnya.
Dengan lebih dari 1.2 juta pengikut di salah satu platform media sosialnya, Nathasya menciptakan video transisi yang menggabungkan gerakan, musik, dan perubahan kostum yang menarik. Ia sering menampilkan berbagai outfit, mulai dari kemeja hingga hoodie, lengkap dengan aksesoris yang mendukung.
"Memang 3 detik pertama harus membuat penasaran, attention-grabbing, dan easy to do. Sebenarnya, orang suka challenge, liat orang buat kreasi yang susah ditiru, orang jadi kompetitif," jelasnya.
Selama satu dekade berkarir sebagai kreator konten transisi, Nathasya menyaksikan pergeseran tren di kalangan penggemarnya. Dulu, video transisi di platform seperti musically cenderung berdurasi panjang, namun kini lebih banyak yang memilih konten singkat sekitar 60 detik.
Selain durasi, kreativitas yang orisinal dan kesesuaian dengan lirik lagu juga menjadi faktor penting dalam video transisi. Oleh karena itu, Nathasya selalu melakukan riset sebelum membuat konten.