PORTALBANTEN - Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, memberikan respons tegas membela Aura Cinta.
Ono prihatin terhadap perundungan yang menimpa Aura Cinta, remaja yang belakangan viral setelah mengkritik Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Kritik Aura Cinta terkait pembongkaran bangunan dan isu perpisahan langsung memicu reaksi keras dari sejumlah konten kreator.
Ono Surono memberikan apresiasi besar terhadap keberanian Aura Cinta, yang pada usia 16-17 tahun, dengan tegas menyuarakan pendapatnya melalui media sosial. “Ini luar biasa, jarang sekali ada anak muda yang dengan terbuka dan cerdas menyampaikan aspirasi. Saya lihat ini sebagai potensi pemimpin masa depan bangsa,” ungkapnya, Senin, 28 April 2025, di laman instagramnya.
Ono Ajak Stop Bulliying Aura Cinta
Namun, di balik apresiasinya, Ono Surono mengecam keras perundungan yang dialami Aura Cinta. Ia mengkritik sejumlah konten kreator yang mengeksploitasi situasi dengan tujuan meraih popularitas dan keuntungan pribadi. "Ini adalah contoh yang sangat berbahaya. Mereka hanya mementingkan keuntungan pribadi melalui viralitas postingan, tanpa memikirkan dampak jangka panjang terhadap mental Aura Cinta dan remaja lain yang mungkin takut untuk mengungkapkan pendapat," tegas Ono.
"Stop bulliying Aura Cinta, dosa anda", katanya.
Ono juga mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap anak-anak, merujuk pada Perda Nomor 3 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak di Jawa Barat. Dalam pasal tersebut, ditegaskan bahwa anak berhak dilindungi dari diskriminasi, eksploitasi, serta kekerasan, baik fisik maupun verbal. “Eksploitasi yang terjadi ini jelas melanggar perda yang sudah ada, dan siapa pun yang mengetahui tindakan seperti ini dan tidak melaporkannya bisa dikenakan sanksi pidana,” jelasnya.
Sebagai langkah lebih lanjut, Ono Surono menyatakan bahwa PDI Perjuangan sedang mempersiapkan kajian hukum untuk mendampingi Aura Cinta dalam memperjuangkan hak-haknya. Ia juga mengajak seluruh konten kreator untuk berhenti melakukan perundungan terhadap remaja tersebut dan menghentikan praktik eksploitasi demi keuntungan pribadi.*