PORTALBANTEN — Di tengah tekanan ekonomi dan banyaknya masyarakat yang tertinggal membayar pajak kendaraan bermotor, Gubernur Banten Andra Soni menunjukkan keberpihakan pada rakyat lewat kebijakan pemutihan pajak yang dimulai 10 April hingga 30 Juni 2025. Namun lebih dari itu, Gubernur Andra menekankan pentingnya membangun pelayanan yang lebih ramah dan adaptif bagi masyarakat.

"Kita ingin pelayanan ini berjalan dengan baik, cepat, dan tidak menyulitkan warga yang sudah antusias memanfaatkan kebijakan pemutihan ini," ujar Andra saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) di UPT Samsat Cilegon, Selasa (8/4).

Andra menyoroti bahwa lonjakan animo masyarakat bukan hanya tantangan teknis, tetapi peluang untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap pelayanan publik.

Selama ini, banyak masyarakat menganggap urusan pajak di Samsat sebagai proses yang melelahkan. Dengan pendekatan baru, Pemprov Banten ingin mengubah citra itu. "Kami tambah jam kerja, bahkan buka di hari libur di beberapa UPT. Ini bukan semata target angka, tapi bentuk keberpihakan kepada warga," tegas Andra.

Ia juga meminta agar lokasi parkir, pusat informasi, dan tambahan loket menjadi prioritas, agar pelayanan tidak menimbulkan kemacetan atau antrean panjang.

Berbeda dari kebijakan sebelumnya yang fokus pada capaian penerimaan daerah, Andra menyatakan tak menetapkan target dalam program ini. Menurutnya, fokus utama adalah membantu warga menghapus beban administrasi sekaligus melakukan pembersihan data kendaraan.

“Banyak kendaraan yang tak lagi aktif, tapi masih tercatat. Ini akan kita evaluasi agar data kita lebih valid dan warga tidak terbebani oleh pajak-pajak kendaraan mati," ujarnya.

Pelaksanaan pemutihan ini melibatkan banyak pihak: dari Bapenda, Jasa Raharja, hingga Polda Banten dan Polda Metro Jaya. Plt Kepala Bapenda, Deden Apriandhi menyebut beberapa UPT yang jadi fokus penambahan loket, yakni Balaraja, Ciputat, Cikokol dan Kelapa Dua, yang memang memiliki jumlah wajib pajak tinggi.

“Dengan tambahan loket dan personel, kami harap pelayanan bisa lebih lancar, dan warga tetap nyaman,” katanya.*