PORTALBANTEN — Menyambut peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2025, Kepolisian Resor (Polres) Simalungun menyiapkan strategi pengamanan berbasis pendekatan humanis, sesuai arahan dari Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H.

Kapolres Simalungun, AKBP Marganda Aritonang, S.H., S.I.K., M.M., mengikuti langsung arahan tersebut dalam kegiatan Analisis dan Evaluasi (Anev) Kamtibmas yang digelar secara luring dan daring melalui Zoom Meeting, Senin (28/4/2025) di Aula Andar Siahaan, Mako Polres Simalungun.

Kepala Seksi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, mengatakan bahwa arahan Kapolda menitikberatkan pada deteksi dini dan penanganan potensi gangguan keamanan dengan mengutamakan pendekatan persuasif kepada buruh yang menyampaikan aspirasi.

“Kapolda menekankan bahwa pengamanan May Day harus dilakukan secara profesional, namun tetap mengedepankan pendekatan yang humanis dan penuh penghargaan terhadap hak menyampaikan pendapat,” ungkap AKP Verry.

Turut hadir dalam kegiatan Anev tersebut seluruh pejabat utama Polres Simalungun, mulai dari Kabag Ops, Kabag SDM, Kabag Logistik, para Kapolsek jajaran, hingga kepala satuan fungsi strategis seperti Satreskrim, Satintelkam, dan Satlantas.

Kapolres AKBP Marganda Aritonang menyatakan bahwa seluruh personel Polres Simalungun akan melakukan pemetaan lokasi keramaian dan titik-titik konsentrasi massa buruh. Ia juga menggarisbawahi pentingnya menjalin komunikasi intensif dengan serikat pekerja dan pelaku usaha untuk mengantisipasi potensi gesekan.

"Kami ingin memastikan bahwa May Day menjadi momentum yang damai, di mana aspirasi para buruh dapat tersampaikan dengan aman, tanpa mengganggu stabilitas wilayah," tegas Marganda.

Sebagai langkah antisipasi tambahan, Polres Simalungun juga meningkatkan patroli di kawasan industri, ruang publik, dan pusat keramaian selama periode peringatan May Day.

Dengan mengedepankan pendekatan humanis dalam pengamanan, Polres Simalungun berharap peringatan May Day 2025 di wilayahnya berjalan lancar, aman, dan menjadi contoh harmonisasi antara aparat, buruh, dan masyarakat.*

R
Penulis: R Aditya
×