PORTALBANTEN -- Polri terus bergerak cepat membantu masyarakat Kabupaten Padang Pariaman yang terdampak bencana alam. Pada masa transisi pemulihan, berbagai upaya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, memulihkan akses wilayah, dan menyediakan air bersih.
Personel gabungan dari Polres Padang Pariaman, Sat Brimobda Lampung BKO Polres Padang Pariaman, BKO Korpolairud, serta BKO K9 Baharkam Polri diterjunkan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Untuk memenuhi kebutuhan logistik, Polri mengoperasikan dua unit Randurlap (kendaraan dapur lapangan) di Nagari Kasang dan Nagari Kataping. Personel Sat Brimobda Lampung BKO bertugas menyiapkan dan mendistribusikan makanan siap saji bagi masyarakat terdampak.
Pemulihan akses dan konektivitas wilayah menjadi prioritas lain. Personel gabungan membangun jembatan darurat di Korong Maranci, Nagari Seulayat, Kecamatan Ulakan Tapakis. Jembatan ini sangat vital untuk kembali mengaktifkan kegiatan masyarakat serta memperlancar mobilisasi bantuan.
Polri juga fokus pada pemenuhan kebutuhan air bersih melalui pembuatan sumur bor dan pemasangan toren/tandon air di 31 titik lokasi yang tersebar di berbagai nagari. Beberapa titik telah selesai terpasang dan berfungsi, seperti di Nagari Sungai Buluh Utara, Nagari Kampung Galapuang, serta Sintuk Korong Toboh Baru.
Pembangunan sarana air bersih ini menjangkau berbagai nagari terdampak, termasuk kawasan hunian sementara (huntara). Setiap lokasi berada di bawah pengawasan perwira penanggung jawab.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan komitmen Polri untuk terus melayani masyarakat di lokasi bencana.
“Polri hadir untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan dasar meskipun berada dalam situasi pascabencana. Mulai dari dapur lapangan, pembangunan jembatan darurat, hingga penyediaan air bersih, seluruhnya dilakukan secara bertahap dan terukur agar pemulihan dapat segera dirasakan oleh warga,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.
Ia menambahkan, Polri akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat agar setiap tahapan pemulihan berjalan efektif dan transparan.