PORTALBANTEN – Momentum penting bagi dunia jurnalistik kembali terjadi di Ibukota. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) DKI Jakarta resmi dilantik di Kantor Balai Kota Jakarta pada Senin (29/04/2025). Pelantikan ini menandai langkah strategis PWDPI dalam memperkuat peran wartawan sebagai mitra pembangunan dan agen perubahan di tengah masyarakat urban.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk pejabat dari Kesbangpol, perwakilan Dewan Pers, serta pengurus PWDPI dari kota-kota penyangga seperti Bogor, Bekasi, dan Sukabumi. Momen pelantikan juga diisi dengan bimbingan teknis (Bimtek) untuk meningkatkan kapasitas jurnalistik para anggota, serta pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial organisasi.

Ketua Umum DPP PWDPI, M. Nurulloh, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya acara tersebut. Ia menekankan bahwa pelantikan ini bukan hanya seremoni, tetapi awal dari kerja besar dalam membangun integritas dan profesionalisme insan pers di DKI Jakarta.

"Walaupun sederhana, pelantikan ini sarat makna. Kehadiran para pengurus dan anggota dari berbagai daerah menunjukkan semangat solidaritas dan kebersamaan dalam tubuh PWDPI," ujarnya.

Nurulloh juga mendorong pengurus wilayah lainnya di seluruh Indonesia untuk segera menyelesaikan pelantikan agar roda organisasi dapat berjalan optimal. Dengan keberadaan PWDPI di 30 provinsi, ia berharap kolaborasi antarwilayah semakin kuat dan berdampak positif bagi dunia jurnalistik nasional.

Lebih jauh, ia mengajak seluruh jajaran untuk menjalin sinergi dengan berbagai elemen, termasuk pemerintah, swasta, dan masyarakat. Menurutnya, wartawan bukan hanya peliput, tetapi juga komunikator publik yang punya peran strategis dalam menjaga iklim demokrasi.

"Bangun hubungan yang humanis dan profesional. Jadilah wartawan yang dicintai masyarakat, karena dari situ marwah organisasi akan terangkat," tutup Nurulloh.

Dengan pelantikan ini, PWDPI DKI Jakarta siap mengambil peran aktif dalam meningkatkan kualitas jurnalisme di Ibukota mengedepankan etika, integritas, dan kemitraan yang produktif.*

Halaman:
R
Penulis: R Aditya
×