PORTALBANTEN -- Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan, Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) kembali menggelar aksi inspiratif bertajuk "Qurban Asik Tanpa Plastik" pada momentum Idul Adha tahun ini. Selama tujuh tahun berturut-turut, FK3I Jawa Barat telah menjadi pelopor dalam mendistribusikan daging qurban tanpa menggunakan plastik sama sekali.

Kegiatan yang telah menjadi tradisi ini tidak hanya menjadi ajang ibadah, namun juga momentum edukasi lingkungan. Setiap tahunnya, jutaan kantong plastik sekali pakai biasanya tercecer dan menjadi sampah saat Hari Raya Idul Adha. FK3I hadir dengan solusi nyata: mendistribusikan daging kurban dengan wadah ramah lingkungan seperti besek bambu, daun pisang, atau bahkan mengajak masyarakat membawa wadah sendiri dari rumah.

"Perang melawan plastik belum usai. Di banyak tempat, bahkan program penggunaan tas kain belum menunjukkan hasil signifikan," ujar Dedi Kurniawan, Ketua FK3I Pusat, pada Kamis (22/5/2025). Ia mengimbau seluruh kader konservasi dan instansi terkait, seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta pemerintah daerah, untuk mendorong pelarangan penggunaan kantong plastik dalam distribusi daging kurban.

Menurut Dedi, masyarakat bisa mulai beralih ke berbagai alternatif lokal yang tersedia. "Plastik sulit terurai, bahkan bisa bertahan jutaan tahun. Kita harus mulai dari sekarang untuk mengubah kebiasaan," tegasnya.

Senada dengan itu, Kepala Divisi Kehutanan dan Lingkungan Hidup Pamong Budaya, Sabilillah, menyerukan sinergi lintas instansi, mulai dari Dinas Peternakan, Dinas Lingkungan Hidup, hingga Kementerian Agama di tingkat daerah, agar aktif mensosialisasikan larangan penggunaan plastik dalam distribusi daging kurban.

"Pemkab dan Pemkot se-Jawa Barat harus proaktif mengeluarkan surat edaran sejak sekarang. Ini bentuk nyata keseriusan pemerintah daerah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup," tegasnya.

Melalui aksi ini, FK3I mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momen qurban tidak hanya bermakna spiritual, tetapi juga sebagai langkah konkret dalam menjaga bumi dari ancaman sampah plastik.*