PORTAL BANTEN - Medan kembali diguncang oleh isu yang melibatkan seseorang di Bandara Kualanamu. Pada 20 Juli 2025, sebuah video yang viral menunjukkan perlakuan istimewa yang diterima oleh Rusli Ali, yang dikenal sebagai Asiang, sosok yang kontroversial dan pernah dijuluki raja judi online di Sumatera Utara.

Dalam video tersebut, Asiang terlihat dijemput dengan mobil pribadi langsung menuju pesawat, tanpa melalui prosedur pemeriksaan imigrasi atau bea cukai. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar, mengingat statusnya yang bukan pejabat negara atau tamu kenegaraan.

“Ada kejanggalan serius. Izin hanya untuk 5 penumpang, tapi di manifest terdaftar 10 nama. Ini bukan salah tulis, ini bisa masuk ranah pidana!” kata Murmahudi, Direktur Eksekutif Nusantara Parameter Index (NPI), menyoroti pelanggaran yang mencolok.

Yang lebih mengejutkan, Asiang dan rombongannya melenggang bebas tanpa pemeriksaan. “Tanpa pemeriksaan, potensi penyelundupan barang ilegal, bahkan barang mewah bebas pajak, sangat terbuka lebar. Ini bukan soal kenyamanan, ini soal keamanan negara,” tegas Murmahudi.

Asiang juga dituduh sering mencatut nama-nama besar, termasuk pejabat bea cukai dan aparat keamanan, untuk melancarkan aksinya. “Kami minta audit pajak segera! Jangan sampai hukum hanya tajam ke rakyat kecil tapi tumpul ke pengusaha bermasalah,” tambahnya.

NPI mendesak agar semua pihak terkait, mulai dari otoritas Bandara Kualanamu hingga aparat penegak hukum, segera mengambil tindakan tegas terhadap skandal ini.*