PORTALBANTEN - Pemerintah Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, mencatat sejarah sebagai desa pertama di Jawa Barat yang menggelar Retreat RT dan RW. Kegiatan ini bertujuan memperkuat karakter kepemimpinan para pengurus lingkungan agar mampu menjadi benteng sosial di tengah dinamika masyarakat.

Selama dua hari, Kamis–Jumat (1–2 Mei 2025), para ketua RT dan RW dari seluruh wilayah Bantarsari digembleng di Lembang, Bandung. Materi yang diberikan tidak hanya seputar teknis administrasi, tetapi lebih menekankan pada pembentukan etika, kedisiplinan, serta kepekaan sosial yang dibutuhkan pemimpin di tingkat paling dekat dengan rakyat.

Kepala Desa Bantarsari, Lukmanul Hakim, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari instruksi Presiden Prabowo Subianto, yang sebelumnya mengadakan pelatihan serupa untuk kepala daerah di Magelang.

“Kami ingin RT dan RW tidak hanya menjadi perpanjangan tangan desa, tapi juga menjadi teladan dan penggerak sosial di lingkungannya. Ini penting agar pembangunan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga karakter,” ungkap Lukman kepada awak media, Kamis (1/5/2025).

Dalam retreat tersebut, para peserta dilatih oleh pembimbing dari unsur militer Rindam III Siliwangi dan aparatur desa. Pelatihan dimulai sejak dini hari, menunjukkan keseriusan peserta dalam menjalani pembentukan karakter kepemimpinan.

Lukman menekankan bahwa RT dan RW memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial di masyarakat. "Mereka harus hadir bukan hanya saat ada masalah, tapi juga mampu mencegahnya dengan cara membangun hubungan sosial yang kuat dengan warga," ujarnya.

Selain sebagai bentuk pembinaan, retreat ini juga dirancang sebagai forum refleksi bagi para pengurus lingkungan untuk memahami kembali tanggung jawab moral dan sosial yang mereka emban.

Pemerintah Desa Bantarsari berharap kegiatan ini menjadi role model bagi desa-desa lain. “Kalau setiap RT dan RW di Indonesia dibekali kepemimpinan yang kuat dan berkarakter, maka daya tahan sosial masyarakat desa akan semakin kokoh,” tutup Lukman.*