PORTALBANTEN - Ria Ricis, selebgram dan YouTuber ternama sekaligus mantan istri Teuku Ryan, baru-baru ini menjadi sorotan publik usai menyampaikan kritik terhadap pihak host viral "Rama Batik". Dalam siaran langsung yang ia lakukan, Ricis menolak ajakan netizen untuk berkolaborasi dengan Rama karena adanya dugaan sikap tidak sopan dari tim sang host.

Masalah ini bermula saat Ricis, yang awalnya tertarik mengajak kolaborasi, menghubungi pihak Rama melalui tim kreatifnya. Sayangnya, balasan dari tim Rama dinilai kurang ramah. Ricis menyebutkan bahwa timnya menerima jawaban singkat dengan nada ketus seperti "hadeh", yang menurutnya tidak profesional.

Dalam sesi live bersama Mas Tulus dari Batik Sanarakarta, Ricis menyatakan secara terang-terangan bahwa dirinya tak ingin mengundang Rama. Potongan video pernyataannya itu kemudian viral dan menuai banyak reaksi dari warganet.

"Timnya nggak sopan, masa iya balasannya kayak gitu. Aku jadi males," ucap Ricis dalam siaran tersebut, dikutip dari akun TikTok @vokgenz pada Senin (28/4/2025).

Setelah percakapan tersebut menyebar dan memancing perdebatan di media sosial, Ria Ricis akhirnya memberikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya.

"Aku pribadi minta maaf sebesar-besarnya pada Mas Rama dan tim. Aku juga kaget kenapa timnya bisa seketus itu padahal timku sudah menyapa dengan baik. Tapi aku sadar cara penyampaianku di live kemarin juga tidak tepat," tulis Ricis di akun @riaricis1795.

Dari “Squishy Queen” hingga Ratu YouTube Asia Tenggara

Di balik kontroversi tersebut, perjalanan karier Ria Ricis tetap menginspirasi banyak orang. Pemilik nama asli Ria Yunita ini memulai karier sebagai selebgram dan dikenal luas melalui konten lucu serta parodi di Instagram sebelum akhirnya mengembangkan kanal YouTube-nya, Ricis Official, pada tahun 2016.

Ria Ricis sempat dijuluki “Squishy Queen” karena konten mainan squishy yang ia unggah berhasil menarik perhatian anak-anak dan orang tua. Kariernya meroket hingga menjadi kreator perempuan pertama di Asia Tenggara yang memperoleh Diamond Play Button dari YouTube setelah menembus 10 juta subscriber.