PORTALBANTEN -- Stroke tetap menjadi ancaman serius, menduduki peringkat sebagai penyebab kematian utama di dunia dan kedua di Indonesia. Data dari WHO dan Kemenkes RI menunjukkan bahwa sekitar 87% kasus stroke disebabkan oleh trombosis atau emboli, sementara 13% lainnya akibat perdarahan. Hal ini menjadikan stroke sebagai penyebab kecacatan tertinggi di tanah air.

Seringkali, pasien terlambat mendapatkan penanganan karena gejala yang diabaikan atau metode pemeriksaan yang kurang efektif. Namun, kini hadir harapan baru di RS Soeradji Klaten dengan peluncuran layanan Digital Subtraction Angiography (DSA), sebuah teknologi medis mutakhir yang menjanjikan penanganan stroke yang lebih cepat dan akurat.

Dokter Spesialis Saraf, dr. Adika Mianoki, Sp.N FINA, menjelaskan bahwa DSA memungkinkan dokter untuk melihat kondisi pembuluh darah otak secara real-time dan detail.

"Dengan DSA kita bisa melihat real time kondisi pembuluh darah di otak secara detail. Kita bisa melihat semua kondisi pembuluh darah baik arteri, kapiler, maupun vena dan menilai apakah ada kelainan atau tidak. Dari situ dokter bisa tahu bagian mana yang bermasalah dan bisa melakukan tatalaksana selanjutnya dengan lebih tepat dan akurat," kata dr. Adika, Senin (23 Oktober 2023).

DSA adalah teknologi pencitraan medis yang memberikan gambaran jelas mengenai kondisi pembuluh darah. Dalam hitungan menit, dokter dapat mendeteksi adanya sumbatan, penyempitan, atau kelainan lainnya. Keberadaan DSA semakin penting dalam upaya pencegahan stroke, baik primer maupun sekunder, menjadikannya alat diagnosis yang vital dalam menyelamatkan nyawa.

Dalam penanganan stroke, istilah 'time is brain' sangat relevan. Setiap menit yang terlewat dapat menyebabkan kerusakan pada jutaan sel otak. Pada kasus stroke akut, DSA berperan krusial dalam menentukan lokasi sumbatan di pembuluh darah otak, sehingga diagnosis dapat dilakukan lebih cepat dan tindakan medis seperti trombektomi dapat segera dilaksanakan.

dr. Adika menambahkan, "DSA sangat membantu untuk mengoptimalkan tatalaksana stroke dan kelainan pembuluh darah otak lainnya. Teknologi ini membuka harapan lebih besar bagi kesembuhan pasien stroke. Harapannya angka kecacatan dan kematian akibat stroke bisa diminimalisir."

Banyak pasien yang sebelumnya berisiko mengalami lumpuh permanen kini memiliki peluang untuk pulih lebih baik berkat pemeriksaan dan tindakan menggunakan DSA dan trombektomi pada kasus stroke akut.*