JAKARTANilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (14/5/2024) pagi. Mata uang Garuda terapresiasi tipis di tengah penantian pelaku pasar terhadap rilis data inflasi Amerika Serikat yang akan menjadi indikator kebijakan moneter The Fed.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.15 WIB, rupiah dibuka menguat 11 poin atau 0,07 persen ke level Rp16.094 per dolar AS. Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Senin (13/5/2024), rupiah berada di posisi Rp16.105 per dolar AS.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup menguat pada rentang Rp16.090 hingga Rp16.160 per dolar AS sepanjang hari ini.

"Fokus utama pasar pekan ini tertuju pada data inflasi AS, yakni Indeks Harga Produsen (PPI) dan Indeks Harga Konsumen (CPI), untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah suku bunga," ujar Ibrahim dalam keterangannya.

Selain faktor inflasi, pasar juga mencermati pernyataan dari sejumlah pejabat Bank Sentral AS (The Fed). Sikap waspada para pejabat The Fed terhadap inflasi yang masih membandel memberikan tekanan pada ekspektasi penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Di sisi lain, sentimen positif datang dari Asia setelah China berencana menerbitkan obligasi negara khusus senilai 1 triliun yuan untuk menstimulus ekonomi negara tersebut.

Dari dalam negeri, fundamental ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan yang solid. Bank Indonesia (BI) melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada April 2024 berada di level 127,7, lebih tinggi dibandingkan 126,9 pada bulan sebelumnya.

Peningkatan ini didorong oleh kuatnya optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini serta prospek ekonomi ke depan. Selain itu, kinerja penjualan eceran diprakirakan tetap tumbuh positif, didukung oleh momentum hari besar keagamaan nasional dan periode libur panjang.