PORTALBANTEN – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menunjukkan kepiawaiannya menavigasi dua kepentingan besar sekaligus, memuaskan pemegang saham dan tetap agresif dalam membangun masa depan digital Indonesia. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025, Telkom resmi menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp21 triliun atau setara 89% dari laba bersih tahun buku 2024, pada Selasa 27 Mei 2025.
Dividen tersebut setara dengan Rp178,5 per saham, sebuah langkah yang tidak hanya menggembirakan investor, tapi juga mempertegas komitmen perusahaan pelat merah ini dalam menjaga imbal hasil yang kompetitif. Mengacu pada harga saham TLKM di level Rp2.860 per saham, imbal hasil dividen Telkom kini mendekati 7,5% salah satu yang tertinggi di antara emiten BUMN.
Namun, di balik pembagian dividen besar itu, Telkom tetap menyisihkan 11% laba bersih atau Rp2,59 triliun sebagai laba ditahanindikasi bahwa perusahaan masih sangat serius mempersiapkan masa depan. Tidak berhenti di sana, Telkom juga mengungkapkan rencana strategis yang ambisius untuk 2025: mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar 15–25% dari pendapatan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur digital nasional.
Sepanjang 2024, Telkom mencatat kinerja keuangan yang kokoh di tengah lanskap industri telekomunikasi yang penuh tantangan. Pendapatan konsolidasi tumbuh tipis 0,5% menjadi Rp150 triliun, namun EBITDA tetap kuat di Rp75 triliun dengan margin stabil 50%. Program pensiun dini yang dilakukan pada kuartal II memang sempat memberi tekanan, tapi laba bersih tetap solid di Rp23,6 triliun, mencerminkan margin 15,8%.
Kuartal IV 2024 bahkan menunjukkan sinyal perbaikan: pendapatan naik 2,2% secara kuartalan dan laba bersih meningkat 1,0% menjadi Rp6 triliun.
Transformasi Digital Jadi Visi Besar Telkom
Meski fokus investor jangka pendek kini tertuju pada pembagian dividen jumbo, Telkom tak melupakan misi jangka panjangnya sebagai tulang punggung transformasi digital Indonesia. Dalam earning calls terbaru, manajemen menargetkan pertumbuhan pendapatan moderat di 2025 dengan margin EBITDA 50–52%. Rasio capex terhadap penjualan akan dijaga di kisaran 17–19%, memperkuat fokus pada ekspansi infrastruktur digital seperti data center, jaringan fiber optik, dan platform digital.
RUPS sebagai Titik Keseimbangan Strategis
RUPS kali ini menandai titik penting dalam perjalanan Telkom. Di satu sisi, perusahaan ingin tetap memberikan nilai tambah maksimal bagi pemegang saham. Di sisi lain, Telkom sadar bahwa masa depan digital membutuhkan pondasi yang kuat dan investasi besar. Keseimbangan dua hal inilah yang menjadi fondasi arah Telkom ke depan.