PORTALBANTEN -- Pemerintah Provinsi Banten tengah berupaya mengubah tantangan sampah menjadi peluang energi berkelanjutan. TPA Jatiwaringin yang terletak di Kabupaten Tangerang direncanakan menjadi pusat pengolahan sampah dengan konsep inovatif waste to energy, yang akan mengubah limbah menjadi sumber energi listrik.

Inisiatif ini tidak hanya menjawab masalah kebersihan di daerah yang padat penduduk, tetapi juga merupakan langkah strategis menuju pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan kemandirian energi yang ramah lingkungan.

Dengan luas lahan antara 5 hingga 7 hektare, TPA Jatiwaringin akan dilengkapi dengan infrastruktur penting seperti akses jalan, pasokan air bersih, dan sarana transportasi. Pembangunan fasilitas ini akan dikerjakan oleh PT Danantara, dengan target dimulainya konstruksi pada Desember 2025.

TPA ini akan mengolah sampah dari kawasan Tangerang Raya, yang mencakup Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Saat ini, volume sampah di wilayah ini mencapai lebih dari 5.000 ton per hari, dan melalui teknologi waste to energy, limbah tersebut akan diubah menjadi energi listrik yang bermanfaat.

Proses yang digunakan adalah pembakaran terkendali, yang tidak hanya menghasilkan energi tetapi juga mengurangi volume sampah hingga 90%, serta menekan pencemaran mikroplastik di lingkungan.

Komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat Program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) semakin kuat. Hal ini ditegaskan dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Kantor Kerja Gubernur Banten, BLKI Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, pada Rabu (5/11/2025).

Dengan langkah ini, masyarakat Banten diharapkan tidak hanya menikmati lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga mendapatkan manfaat dari energi hijau yang dihasilkan dari pengolahan sampah rumah tangga.

Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Mari kita dukung pengelolaan sampah berkelanjutan dengan langkah-langkah sederhana seperti memilah sampah organik dan anorganik di rumah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan mendukung program daur ulang di lingkungan sekitar.

Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Banten berpotensi menjadi pelopor energi hijau berbasis pengelolaan sampah di Indonesia.*