PORTALBANTEN -- Santri bukan sekadar penghafal ilmu agama, melainkan juga penjaga peradaban dan pilar pembangunan bangsa. Dalam peringatan Istigasah Qubro Hari Santri Nasional ke-10 yang berlangsung di Kabupaten Pandeglang, Minggu (19/10), Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan pentingnya peran santri dalam sejarah dan pembangunan.
"Sejarah mencatat, santri dan kiai berjuang bukan hanya di pesantren, tapi juga di medan perang. Mereka berperan besar dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia," kata Dimyati.
Bagi Pemerintah Provinsi Banten, peringatan Hari Santri bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah bentuk penghargaan atas kontribusi santri yang terus berlanjut hingga saat ini, baik dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, maupun kepemimpinan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk meneladani semangat cinta tanah air dan gotong royong yang menjadi ciri khas santri. Bupati Pandeglang R. Dewi Setiani juga menekankan pentingnya kolaborasi antara ulama dan umara.
"Kita perkokoh sinergi dalam membangun Pandeglang yang religius, berdaya, dan bermartabat," ujarnya.
Santri adalah sumber inspirasi bagi kita semua. Mari kita dukung peran pesantren dan santri dalam membangun Banten yang beriman, berdaya, dan berkeadaban.*