PORTALBANTEN – Tradisi Seba Baduy kembali berlangsung khidmat dan meriah pada Jumat (2/5/2025), menandai momen penting pelestarian budaya sekaligus mempertegas pesan luhur masyarakat adat Baduy kepada dunia. Tak kurang dari 1.760 warga adat dari Baduy Dalam dan Baduy Luar tiba di Pendopo Bupati Lebak sekitar pukul 16.30 WIB, setelah sebelumnya berkumpul di Jembatan Keong untuk prosesi penyerahan simbolis dari tokoh adat kepada pemerintah daerah.
Kedatangan mereka bukan hanya bentuk pengabdian kepada pemerintah daerah dan provinsi, tetapi Seba Baduy juga pernyataan kuat tentang nilai-nilai yang terus dijaga turun-temurun. Nilai-nilai itu tertuang dalam ungkapan adat: "Gunung teu meunang dilebur, Lebak teu meunang dirusak, pendek teu menang disambung, lojong teu menang dipotong" sebuah peringatan halus namun tegas agar manusia menjaga harmoni dengan alam.
Yang istimewa tahun ini, Seba Baduy turut menjadi sorotan internasional. Sebanyak 18 Duta Besar dari berbagai negara sahabat dijadwalkan hadir, termasuk dari Iran, Laos, Korea, Thnopian, Palestina, Mauritius, Bulgaria, Sudan, Korea Utara, Jerman, Mongolia, dan China. Kehadiran para Dubes menjadi sinyal kuat bahwa tradisi lokal kini menjadi bagian penting dalam diplomasi kebudayaan global.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lebak, Imam Rismahayadin menerima penyerahan dari tokoh adat Baduy, yang dipimpin salah satunya oleh Aki Nadim dari Baduy Dalam. Nadim menyebut, dirinya dan rombongan memulai perjalanan dari Cikesik sejak pukul 03.00 WIB. "Kami berangkat pagi dari Cikesik jam 03.00 WIB," ujarnya singkat.
Tak hanya warga adat, ribuan masyarakat Lebak juga memadati Jembatan Keong sejak pagi. Antusiasme ini menunjukkan bahwa Seba Baduy tak sekadar seremoni adat, melainkan peristiwa kolektif yang merekatkan masyarakat, memperkuat identitas daerah, dan memperlihatkan pada dunia bahwa nilai lokal memiliki tempat penting dalam percaturan budaya global.
Dengan pelibatan lintas negara dan pelestarian prinsip-prinsip hidup harmonis, Seba Baduy 2025 telah menjelma sebagai panggung di mana kearifan lokal dan diplomasi budaya bertemu dalam semangat yang sama: merawat warisan, menjunjung kedamaian, dan menghormati alam.
Diketahui Seba Baduy tahun ini berlangsung mulai dari 1 hingga 4 Mei 2025, dengan berbagai kegiatan yang menarik.*