PORTALBANTEN -- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bogor menegaskan pentingnya kolaborasi yang erat dengan media. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal, saat mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam seminar bertajuk "Bersahabat dengan Media dan Wartawan" yang berlangsung di Aula Auditorium Setda, Cibinong, pada Kamis (4/9/2025).
Bambang menjelaskan bahwa seminar ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan sebuah langkah untuk memperkuat kemitraan yang tulus dan saling percaya antara pemerintah dan insan pers.
"Seminar ini bertujuan memperkuat kepercayaan bersama serta melahirkan sinergi yang produktif demi kemajuan Kabupaten Bogor," ujarnya.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menekankan bahwa media seharusnya tidak hanya dipandang sebagai pihak luar, tetapi sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun pemahaman publik dan menyampaikan pesan pembangunan.
"Media memiliki peranan krusial dalam membentuk opini publik dan menjadi penyambung suara rakyat," tegasnya.
Rudy menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan media bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bogor. Pemerintah merancang kebijakan dan program pembangunan, sementara media berfungsi sebagai jembatan aspirasi rakyat serta penjaga transparansi.
"Pembangunan Kabupaten Bogor harus inklusif dan kolaboratif agar tercipta kepercayaan publik yang berlandaskan konsistensi dan keterbukaan," imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa jurnalisme yang baik tidak hanya menyajikan kritik, tetapi juga membantu pemerintah memahami kebutuhan masyarakat secara mendalam. Bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah dan media dapat diwujudkan melalui transparansi data, penyelenggaraan jumpa pers rutin, serta respons cepat terhadap isu-isu yang berkembang.
"Semoga seminar ini menjadi momentum memperkuat hubungan yang saling menghargai, membangun bersama, dan menciptakan kemitraan yang lebih kuat, harmonis, serta bermakna antara pemerintah daerah dan media," pungkasnya.*