PORTALBANTEN — Momentum Hari Bumi bukan hanya tentang seruan global menjaga alam, tapi juga bisa menjadi titik balik perubahan dari rumah ke komunitas. Hal ini yang tercermin dalam program "KELAS KITA - Kelola Sampah Sekitar Kita" yang digelar PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Pabrik Narogong di Sekolah SMART Cibinong, Selasa (22/04).
Lewat kegiatan edukatif yang melibatkan langsung siswa-siswi dari jenjang SD hingga SLTA, para pelajar diajak bukan hanya untuk memahami persoalan sampah, tapi juga mencari solusi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami tidak hanya ingin siswa paham teori, tapi juga mampu menginspirasi perubahan dari lingkungan terkecil, yakni rumah mereka sendiri,” ujar Muhamad Istifaul Amin, General Manager SBI Narogong. Menurutnya, dengan menjadikan anak-anak sebagai "Duta Bumi", maka semangat menjaga lingkungan akan lebih mudah ditularkan ke keluarga dan masyarakat.
Program yang diinisiasi oleh Divisi Nathabumi ini mengajak siswa memahami pentingnya pemilahan sampah dan teknik dasar membuat kompos secara menyenangkan dan aplikatif. Salah satunya adalah Alkhalifi Rayyan Mulyadi, siswi kelas 5 yang mengaku antusias dengan pelajaran yang ia terima. “Sekarang saya tahu, kulit buah bisa jadi pupuk. Saya mau coba bikin di rumah sama ayah,” katanya semangat.
Direktur Sekolah SMART Cibinong, Abdul Kodir, M.Pd, mengatakan pendekatan yang dilakukan SBI membuat siswa lebih mudah menyerap ilmu dan termotivasi. “Kalau mereka belajar langsung dengan praktik dan diberi kepercayaan sebagai agen perubahan, dampaknya lebih dalam,” ungkapnya.
Kegiatan ini bukan sekadar memperingati Hari Bumi, tetapi juga bagian dari gerakan berkelanjutan membentuk budaya ramah lingkungan di sekolah dan masyarakat. SBI juga telah bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan RDF (Refuse Derived Fuel), yang mengolah sampah perkotaan menjadi energi alternatif rendah emisi.
Lewat program KELAS KITA, SBI membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari tangan-tangan kecil anak-anak. Dari sekolah, pulang ke rumah, lalu meluas ke kampung-kampung—para Duta Bumi ini siap membawa perubahan.*