PORTALBANTEN -- Soraya Rasyid, seorang artis yang dikenal luas, kini mencuri perhatian publik setelah berhasil masuk dalam jajaran top 29 finalis Miss Universe Indonesia 2025. Kontes ini, yang bertujuan untuk memilih perwakilan Indonesia di ajang internasional, dipimpin oleh Kelly Tandiono sebagai National Director dengan tema "Indonesian by heart, Rising to the Universe."

Nama Soraya sempat menjadi sorotan karena isu yang menyebutnya sebagai pelakor, setelah ia memberikan izin kepada Andrew Andika untuk tinggal di rumahnya pada tahun 2024, saat Andrew masih terikat pernikahan dengan Tengku Dewi. Namun, kini ia kembali menjadi pusat perhatian berkat pencapaiannya di dunia kecantikan.

Dalam dunia hiburan, Soraya dikenal sebagai presenter, terutama melalui program "Uang Kaget." Lahir di Jakarta pada 12 Juli 1997, ia memulai kariernya di industri hiburan sejak tahun 2014. Soraya telah menjajal berbagai peran, mulai dari aktris hingga penyanyi, dan terus mengembangkan bakatnya.

Karier aktingnya dimulai dengan film "7/24" di mana ia berperan sebagai suster. Ia kemudian tampil dalam film "Preman Pensiun" pada tahun 2019, beradu akting dengan aktor senior Epy Kusnandar. Pada tahun 2023, Soraya kembali menunjukkan kemampuannya dengan memerankan tokoh Sukma dalam film "Iblis dalam Darah."

Tidak hanya di layar lebar, Soraya juga membintangi sejumlah sinetron, termasuk "Jodoh Wasiat Bapak" pada tahun 2017 dan berbagai serial web sejak 2021. Melalui akun Instagram @missuniverseidnofficial, profilnya diperkenalkan dengan keterangan, "TOP 29 Zetrix Miss Universe Indonesia 2025."

Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa "Soraya Rasyid adalah seorang aktris berbakat yang dikenal melalui berbagai serial, film, dan program televisi di Indonesia. Sejak kecil, ia dibesarkan untuk mandiri dan mengasah berbagai bakat, mulai dari seni peran, musik, hingga olahraga ekstrem seperti freediving dan horse riding."

Selain berkarier di dunia hiburan, Soraya juga aktif dalam kegiatan sosial, membantu masyarakat yang membutuhkan dan berkontribusi dalam pembangunan hunian layak sejak 2017.*