PORTALBANTEN - Berduka dunia musik Indonesia. Ricardo Bisuk Juara Siahaan, lebih dikenal sebagai Ricky Siahaan, gitaris sekaligus salah satu pendiri band Seringai, meninggal dunia pada Sabtu, 19 April 2025, pukul 21.30 waktu setempat di Tokyo, Jepang. Ricky wafat di usia 48 tahun akibat serangan jantung, setelah tampil bersama Seringai dalam gelaran Gekiko Fest sebagai bagian dari tur Wolves of East Asia 2025 yang menyambangi Taiwan dan Jepang.
Kepergian sang musisi disampaikan secara resmi oleh manajemen Seringai. Bersama pihak keluarga dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, jenazah Ricky dipulangkan ke Tanah Air dan dijadwalkan tiba pada Kamis, 24 April 2025. Prosesi penghormatan terakhir digelar di Rumah Duka Sentosa RSPAD, Jakarta Pusat pada Jumat, 25 April, sebelum dimakamkan di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, keesokan harinya.
Awal Mula Kecintaan pada Musik
Ketertarikan Ricky terhadap musik keras sudah tumbuh sejak ia masih duduk di bangku SD, lewat tontonan video musik dari band-band seperti Mötley Crüe, Iron Maiden, dan Metallica. Sosok Mick Mars menjadi inspirasinya untuk menyentuh gitar. Namun, baru ketika ia memasuki masa remaja, Ricky mulai serius belajar bermain gitar—berawal dari motivasi sederhana: melihat teman-temannya yang populer di sekolah karena membawa gitar.
Album Kill 'Em All dari Metallica menjadi titik balik yang mengukuhkan niat Ricky untuk benar-benar menekuni dunia musik. Lagu-lagu seperti “Whiplash” dan “Seek and Destroy” membakar semangatnya untuk menjadi gitaris.
Langkah Awal di Dunia Band
Tahun 1995, Ricky mendirikan band Chapter 69 bersama dua rekannya dari SMA 68 Jakarta: Deddy Mahendra Desta dan Cliff Rompies, yang kelak dikenal lewat Clubeighties. Mereka sering membawakan lagu-lagu dari The Smashing Pumpkins dan Ratcat, serta aktif di komunitas musik seperti Poster Cafe di Jakarta.
Ia sempat bergabung di band hardcore Buried Alive, lalu melanjutkan karier musiknya sebagai gitaris Stepforward pada 1999. Bersama Stepforward, Ricky berupaya menghadirkan nuansa profesional pada panggung dan manajemen band. Album mereka Stories of Undying Hope dirilis pada 2001.
Stepforward memang tidak terlalu aktif manggung, namun sempat tampil di berbagai festival besar dan merilis dua lagu spesial dalam bentuk piringan hitam untuk ulang tahun ke-25 mereka.